Rasa-Rasanya, Tuan Guru dan Jokowi Harus Bercitra Lebih Keras Lagi!

- Maret 26, 2019

Usai berorasi dan sampaikan nasihat kepada relawan agar berpolitik secara santun, Prabowo langsung menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (26/3/19).

Sesampainya di Lombok, Prabowo disambut bak raja. Masyarakat tak sabar ingin melihat Prabowo sejak berada di ruang tunggu VIP Bandara Internasional Lombok.


Masyarakat menunggu dengan sabar di luar ruang VIP. Kerumunan itu telah menjadi kelompok yang disegani dan membuat lawan politik iri.

Karena mengerti sudah ditunggu rakyat dengan antusias, Prabowo tak lama beristirahat. Ia ingin menemui dan membagi aura semangatnya kepada ribuan warga Lombok.


Prabowo keluar Bandara. Pengagumnya makin melimpah. Iring-iringan itu lekas beranjak menuju lokasi rapat akbar setelah menyapa masyarakat di sekitar Bandara.

Hampir di setiap gang atau perempatan yang dilalui rombongan, masyarakat menunggu dengan antusias. Saat mobil Prabowo melambat, masyarakat langsung berlari antusias untuk melihat sang Jenderal dari dekat.


Siapa saja yang bersih hatinya mampu melihat ini. Tatapan rakyat tak pernah bohong. Tatapan rakyat adalah ketulusan, bukan pencitraan.

Sesampainya di lapangan rapat akbar, nama Prabowo makin menggema. Rakyat seperti mendapatkan semangat hingga terus mengelu-elukan nama itu.

"Prabowo... Prabowo..." teriak rakyat sambil acungkan 2 jari. 


"Mereka (para elit) tidak menyukai saya. Alhamdulillah. Saya pun muak dengan mereka." kata Prabowo berteriak, disambut sorak sorai penuh bangga dari ribuan rakyat.

"Lebih baik saya panas-panasan dengan saudara-saudara di sini." lanjutnya, teriakan masyarakat makin kencang.

"Saya mengerti bener elit di belakang itu. Karena saya bagian dari elit itu, tapi saya bagian yang sadar, bagian dari elit yang mengerti dan sadar." tegas Prabowo, sambutan masyarakat makin bergemuruh.

Tentu wajar sambutan masyarakat Lombok kepada Prabowo. Apalagi pada tahun 2014, Prabowo menang 70% lebih di Pulau Seribu Masjid ini.

Tapi apa yang dilakukan oleh rakyat ini menjadi masalah dan ancaman serius bagi dua tokoh. Tuan Guru dan Pak Jokowi.

Bukankah Pak Jokowi menunjuk Tuan Guru secara khusus untuk mengubah masyarakat Lombok dari memilih Prabowo menjadi pemilih Jokowi?

Bukankah Tuan Guru juga telah menyatakan bahwa dirinya akan mengupayakan kemenangan Jokowi di provinsi yang telah dipimpin selama 10 tahun terakhir?

Tapi melihat mata dan bahasa tubuh masyarakat saat berlari menyambut Prabowo hari ini, rasa-rasanya Tuan Guru dan Pak Jokowi mesti bekerja lebih keras lagi.

Pirman
Pecinta Keluarga Sejati


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737
Advertisement

1 komentar:

avatar

Tuan guru gak ngaruh... masyrkt NTB butuh perubahan. Hanya dgn ganti presiden.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search