Rumah konsep pesanstren

Menyingkap Isyarat Sentuhan Tangan UAS di Dada Prabowo

- April 12, 2019



MENYINGKAP ISYARAT SENTUHAN TANGAN UAS DI DADA PRABOWO 

Oleh: Ust. Dr. Miftahur Rahman el-Banjary, MA

Ada keingintahuan banyak orang mengapa di akhir dialog eksklusif live di TV One antara Bapak Prabowo dan Ustadz Abdul Somad kemarin sore ketika UAS mengajarkan zikir, UAS menyentuh tangannya di dada sebelah kiri  Bapak Prabowo? Apa isyarat dibalik itu?

Di banyak literatur kitab-kitab tasawuf, seperti di dalam kitab "Ad-Durah al-Kheridah Syarh el-Yaqout el-Faridah" oleh Imam Muhammad bin Fatha bin Abdul Wahid as-Susy at-Tathyifie dan kitab "El-Jawahir el-Ghawaly fi Zikr el-Asanid el-'Awaly" oleh syekh al-Bariedy ada banyak penjelasan tentang talqin zikir.

Diantara salah satu riwayat atsar dimana Rasulullah shallallahu alaihi wassalam pernah mengajarkan talqin zikir dengan cara menyentuhkan tangan beliau yang mulia di dada Sayyidina Ali bin Abi Thalib sembari dia diminta memejamkan mata dan menyimak kalimah tersebut. Demikian riwayatnya:

سأل علي رضي الله عنه النبي الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 
فقال يا رسول الله: دلني على أقرب الطرق إلى الله تعالى وأسهلها على عباده وأفضلها عند الله تعالى. فقال يا علي عليك بمداومة ذكر الله تعالى في الخلوة. 

فقال علي كيف أذكر يا رسول الله قال عليه الصلاة والسلام غمض عينيك واسمع مني ثلاث مرات ثم قل أنت ثلاث مرات وأنا أسمع. فقال النبي رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لا إله إلا الله ثلاث مرات مغمضا عينيه رافعا صوته وعلي يسمع ثم قال علي لاإله إلا الله ثلاث مرات مغمضا عينيه رافعا صوته والنبي رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يسمع ...

Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah bertanya pada Rasulullah, "Wahai Rasulillah, tunjukkan padaku satu jalan yang dapat mendekatkan diriku pada Allah dengan cara ibadah yang mudah dilakukan serta paling afdhal di sisi Allah." 

Rasulullah bersabda: "Wahai Ali hendaknya engkau mendawamkan zikir kepada Allah dalam kesendirian."

Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata, "Bagaimana caranya duhai Rasulullah saya berzikir?" 

Rasulullah menjawab," Pejamkan matamu, simak aku tiga kali, lalu ucapkan hal serupa sebanyak tiga kali dan aku mendengarkannya."

Nabi menyentuhkan tangan beliau ke dada Sayyidina Ali, lalu mengucapkan: لا إله إلا الله، لا إله إلا الله، لا إله إلا الله "Laailaha ilallah. Laailaha ilallah. Laailaha ilalllah." 

Sayyidina Ali mendengarkan, kemudian mengikuti ucapan lafadz zikir yang sama sebagaimana halnya yang ditalqinkan oleh Rasulullah sebanyak 3 kali.

Demikian kaifiyat zikir yang diajarkan oleh Rasulullah yang kemudian diajarkan oleh sayyidina Ali pada Hasan dan Husien, dilanjutkan dari generasi ke generasi yang kemudian ditradisikan dalam dunia sufi oleh Imam Hasan al-Bashri.

Nah pertanyaannya, "Mengapa menyentuhkan tangan di dada dalam metode talqin zikir?"

Dalam dunia thariqah, dikenal beberapa metode talqin zikir sebagaimana isyarat-isyarat yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah, diantaranya:

1. Menyentuhkan tangan seorang mursyid ke dada muridnya sembari ditalqinkan zikir dikenal dengan istilah "Mulamasah" (ملامسة). Hal ini biasa dilakukan antara sesama lelaki.

2. Berjabat tangan biasa antara Mursyid dan muridnya dikenal dengan istilah "Mushafahah" (مصافحة). Rasulullah berbaiat dengan para wanita Madinah dalam perjanjian Aqabah melalui perantara air. Nabi saw. pernah memasukkan tangannya ke wadah berisi air, lalu para sahabat wanita bersama-sama memasukkan tangannya ke air sembari berbaiat setia.

3. Berjabat tangan dengan saling memasukkan jari jemari tangan antara Mursyid dan muridnya dikenal dengan istilah "Mu'anaqah" (معانقة).

4. Berjabat tangan dengan cara saling bertumpu satu sama lain dikenal dengan istilah "Mubaya'ah" (مبايعة). Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah di bawah pohon pada peristiwa perjanjian Aqabah I dan Aqabah II.

Semua metode berbai'ah ala sufi ini terdapat banyak sekali dalil-dalilnya di dalam al-Qur'an maupun hadits. Diantaranya dalilnya terdapat dalam surah al-Fath ayat 10, al-Fath ayat 18 dan al-Mumthahinah ayat 12 serta banyak sekali riwayat hadits-hadits bai'at yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu di sini.

Jadi, hampir semua thariqah-thariqah sufiyyah melakukan metode-metode baiat semacam itu dalam tradisi talqin zikir agar mendapat hubungan pertalian syafaat serta bimbingan spritual rouhiyyah dari para Mursyid agar mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.

Di dalam tradisi "Bait Zikr" dengan metode yang pertama "al-Mulamasah" banyak dipraktekkan di dalam Thariqah Naqsabandiyyah. Sedangkan metode kedua "al-Mushafahah" dan "al-Mu'anaqah" biasa dipraktekkan dalam Thariqah Samaniyyah. 

Dan terakhir metode "al-Mubaya'ah" biasa dipraktekkan dalam tradisi thariqah "An-Naqsabandiyyah Al-Qadiriyyah". Kebetulan alhamdulillah, al-faqir saya sendiri pernah dibait pada thariqah-thariqah tersebut.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search