Mengapa Jangan Sampai Meninggalkan 5 Sholat Sunnah Ini di Bulan Ramadhan

- Mei 17, 2019
sholat sunnah
ilustrasi sholat tarawih

Ramadhan adalah bulan mulia yang penuh dengan keutamaan. Seluruh amal di bulan ini pahalanya dilipatgandakan Allah.

Ada lima sholat sunnah yang seharusnya tidak ditinggalkan di bulan ini. Apa saja lima sholat sunnah tersebut dan mengapa jangan sampai meninggalkannya? Ini penjelasannya.

1. Sholat Tarawih


Sholat tarawih merupakan shalat sunnah yang khusus disyariatkan di bulan Ramadhan dan dianjurkan dikerjakan secara berjamaah. Sholat tarawih merupakan bagian dari qiyamul lail di bulan Ramadhan yang jika dikerjakan dengan ikhlas, Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengarapkan perhitungan dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)

Pembahasan lengkap sholat tarawih mulai dari keutamaan, waktu dan jumlah rakaat, tata cara dan niatnya bisa dibaca di artikel Shalat Tarawih

2. Sholat Witir


Sholat witir adalah sholat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dilakukan setiap malam. Sebagaimana wasiatnya kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari dan Muslim)

Di bulan Ramadhan, sholat witir dilakukan satu paket dengan shalat tarawih. Pembahasan lengkap mulai dari keutamaan, tata cara dan doanya bisa dibaca di artikel Sholat Witir

3. Sholat Tahajud


Di bulan Ramadhan, shalat tarawih Rasulullah sama dengan shalat tahajud. Beliau biasa mengerjakan shalat tarawih mulai tengah malam hingga tiba waktu sahur.

Abu Dzar Al Ghifari meriwayatkan, sebagian sahabat khawatir tertinggal sahur karena begitu lamanya shalat bersama Rasulullah.

فَقُمْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلاَحُ. يَعْنِى السَّحُورَ

Kami mengerjakan shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampai-sampai kami merasa takut tertinggal falah, yakni sahur.

Untuk kita yang shalat tarawihnya hanya sekitar setengah jam, lebih baik jika malamnya (di akhir malam) tetap mengerjakan sholat tahajud. Inilah satu-satunya sholat sunnah yang perintah dan keutamaannya disebutkan Allah dalam Al Quran.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Israa’: 79)

Salah satu alasan mengapa jangan sampai meninggalkan sholat tahajud di akhir malam di bulan Ramadhan adalah, jika malam itu adalah lailatul qadar, maka akan mendapat keutamaannya. Daripada tidur dan terlewat lailatul qadar yang keutamaannya lebih baik daripada seribu bulan.

Pembahasan lengkap sholat tahajud mulai dari keutamaan, waktu, tata cara dan doanya bisa dibaca di artikel Sholat Tahajud

4. Sholat Dhuha


Jika ketiga sholat sebelumnya dikerjakan di malam hari, siang harinya kita perlu mengerjakan sholat dhuha. Inilah sholat sunnah yang keutamaannya terkait dengan rezeki. Dan Rasulullah menganjurkan untuk mengerjakannya setiap hari sebagaimana hadits di atas.

فِى الإِنْسَانِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلاً فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ. قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah sedekah. Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

Apalagi jika dikerjakan satu paket dengan sholat Subuh berjamaah. Caranya, setelah sholat Subuh berjamaah di masjid kemudian duduk untuk berdzikir (bisa sambil tilawah, taklim, dzikir dan doa) hingga matahari terbit. Setelah matahari terbit kemudian sholat dua rakaat, maka pahalanya seperti pahala umroh.

Pembahasan lengkap sholat dhuha mulai dari keutamaan, waktu, tata cara dan doanya bisa dibaca di artikel Sholat Dhuha

5. Sholat Sunah Rawatib


Yakni sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu. Yang hukumnya sunnah muakkadah ada 12 rakaat yakni empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah isya’ dan dua rakaat sebelum Subuh.

Selain menjadi penyempurna sholat fardhu, siapa yang mengerjakan 12 rakaat ini, Allah akan membangunkan istana di surga. Apalagi di bulan Ramadhan, pahalanya semakin berlipat ganda.

Demikian lima sholat sunnah yang seharusnya tidak kita tinggalkan di bulan Ramadhan ini. Semoga Allah mudahkan kita mengamalkannya. [Muchlisin BK/Tarbawia]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search