Ini Kelewatan, Ini Sangat Menyakitkan!

- Juli 13, 2019


INI KELEWATAN, INI SANGAT MENYAKITKAN !

Oleh : Nasrudin Joha 

Sampai saat ini, kami masih berusaha melupakan dan tak latah untuk ikut mempersoalkan. Tentang Anda, tentang komitmen Anda yang telah menulis wasiat, tentang pilihan Anda untuk menjemput kemuliaan atau Syahid diatas jalan kebenaran.

Anda, tak hadir bersama kami, saat kami berkeringat, bertempur digaris depan, diparit-parit perjuangan. Kami, ketika itu menunggu-nunggu Anda, untuk memimpin kami melawan kecurangan, menuntut pelaku curang didiskualifikasi, dan menuntut Anda yang dikukuhkan menjadi pemenang dan pemimpin kami. 

Anda hanya datang, setelah kami menjadi korban. Anda, hanya menjenguk setelah luka dan korban nyawa menimpa teman, sahabat, keluarga, bahkan anak saudara kami. 

Anda, bahkan menarik mundur pasukan dan menyerah membawa perkara ke MK. Padahal dahulu, Anda yang menyuarakan gerakan rakyat, Mahkamah Rakyat, dan menolak tunduk membawa perkara di kuburan politik MK. 

Saat Anda memilih bunuh diri politik membawa perkara ke MK, kami masih mendukung Anda. Tetapi aneh, Anda justru menghalangi kami mendukung Anda ke MK. Anda, bahkan meminta kami dengan cukup duduk-duduk manis dirumah dan mengumbar doa.

Tapi kami juga masih setia, kami masih datang ke MK. Kami, masih kembali mengorbakan waktu, biaya, tenaga dan Fikiran untuk mendukung Anda, berkorban untuk anda, setelah pengorbanan kami yang banyak. Hingga akhirnya, putusan zalim itu akhirnya diumumkan juga. Anda, dikalahkan.

Namun hari ini, tetiba Anda menemui rezim tiran, bersalaman dengan orang yang tangannya berlumuran darah. Anda, mengunggah salam hormat, pada sosok yang telah mengkhianati negara dan bangsa ini, mengkhianati umat, juga mengkhianati Anda

Aduhai, Anda ini sebenarnya macan atau kambing ? Anda ini mau ikut bertransaksi dan menjual murah darah dan nyawa kami ? Apapun alasannya, peristiwa Stasiun Lebak Bulus hari ini sangat mengecewakan kami. Anda menambah kemarahan. Sebelumnya, kami hanya marah terhadap rezim. Sejak hari ini, kami juga marah terhadap Anda !

Anda, menganggap remeh pengorbanan emak-emak. Anda, mengesampingkan ulama kami yang ditangkap, diusir, berjuang untuk perubahan dan juga untuk posisi Anda. Anda, yang sebelumya bersumpah untuk memimpin negeri ini dengan visi adil dan makmur, sekarang melupakan ikhtiar aktivis-aktivis kami.

Kami tidak terima, dengan pertemuan pendahuluan ini, dengan permulaan rekonsiliasi ini. Apapun argumen yang Anda nyatakan nanti, baik argumen baru atau menjiplak argumen rezim : demi persatuan, demi perdamaian, demi pembangunan, demi masa depan bangsa. Semua itu saya katakan OMONG KOSONG !

Anda, bukan mengurangi beban kami, menjadi bagian mitra perjuangan kami. Sejak hari ini, Anda telah menambah beban menjadi bagian dari musuh kami. 

Tetapi saya ingatkan kepada Anda, juga kepada rezim zalim. Silahkan buatlah ikatan sarang laba-laba untuk menyatukan kalian. Kami tidak gentar, kami tidak takut.

Kakek buyut kami adalah pahlawan Islam, mereka mampu menaklukan Konstantinopel, menaklukkan Spanyol, menaklukkan Romawi dan Persia. Jelas, bagi kami sangat ringan untuk melawan kalian, rezim zalim dan siapapun yang membebek pada kezaliman. 

Selamat datang, di era baru pertarungan. Wahai seluruh umat, ikat dan kencangkan sabuk pengaman. Kita akan bertempur lagi dan lagi. Allahu Akbar ! [].
Advertisement

2 komentar

avatar

Makanya nggak usah baper dalam politik. Santai saja. Ambil apa yg bisa kita ambil. Kalau nggak dapat semua, jangan tinggalkan semua.

avatar

Sudahlah, akhiri keributan ini, toh semua usaha konstitusional sudah dilakukan. Fokus saja membangun kebersamaan dalam menghadapi masalah2 bangsa ke depan.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search