Aspek Metafisika Dalam Virus Corona

- Januari 31, 2020

Aspek Metafisika Dalam Virus Corona

Di tulisan ini, redaksi Tempo menyatakan bahwa virus Corona tidak ada hubungan dengan perlakuan Cina terhadap Muslim Uighur. Memang kalau dikaitkan dengan 'sebab akibat fisik' tidak terkait. Tapi sebagai Umat Islam, kita juga meninjau dari aspek metafisika (tasawuf). Dimana sebuah perbuatan dosa besar (kezaliman yang luar biasa terhadap Muslim Uighur), akan Allah kirim azab terhadal pelakunya.

Mungkin dari ilmu sains sebabnya adalah budaya makan binatang-binatang liar seperti kelelawar, ular dan lain-lain. Ini juga bisa dikatakan sebagai penyebab. Karena dalam Islam, makanan-makanan yang haram itu bisa berakibat merusak fisik maupun psikis.

Tapi pertanyaannya kemudian, mengapa Allah kirim penyakit Corona yang sadis ini setelah Cina berlaku zalim terhadap 1 juta penduduk Uighur? 

Cina menolak mengakui bahwa mereka berlaku zalim terhadap Muslim Uighur. Tapi faktanya, saksi-saksi, para jurnalis barat, komisi HAM PBB, menyatakan Cina menzalimi Muslim Uighur. Dunia tentu percaya terhadap saksi-saksi dari luar daripada pemerintah Cina. Dan bukankah dalam ajaran komunis, kebohongan dibolehkan? Doktrin Marx menyatakan bahwa tujuan menghalalkan cara. Dan bagi komunis kekuasaan adalah kenikmatan tertinggi.

Rasulullah Saw menyatakan: Ada dua pintu yang disegerakan balasannya di dunia. Yaitu kezaliman dan durhaka (kepada orang tua yang shalih). (HR Hakim).

Aspek metafisika ini bisa kita lihat juga dalam kasus penyakit aids. Dimana penyakit ini muncul tiba-tiba pada orang yang sering berganti-ganti pasangan tanpa pernikahan yang sah (free sex). Penyakit aids atau penyakit kelamin yang mengerikan juga menimpa pada mereka yang berperilaku homo (gay/lesbi). Kaum sekuler atau komunis tidak percaya aspek metafisika atau tasawuf ini. Kita kaum Muslim percaya.

Cina kini ingin menjadi penguasa dunia menyaingi Amerika. Tapi seperti pernyataan teman saya, Buni Yani, kini Cina menjadi problem maker daripada problem solver di dunia. Akankah pemerintah kita mengambil hikmah dari Virus Corona dan perlakuan zalim Cina kepada Muslim Uighur ini? Ataukah pemerintah tetap menganggap Cina sebagai Tuan Besar karena telah memberi hutang trilyunan? Hanya pemerintah yang jahil, bila tidak mengambil hikmah besar dari kasus Corona ini.

Wallahu azizun hakim. (Nuim Hidayat).

Dapatkan Update Konten Tarbawia secara eksklusif dengan gabung ke Channel Telegram Resmi, klik Channel Tarbawia.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search