Hadits Riyadhus Shalihin - Keutamaan Sabar

- Januari 07, 2020

Hadits Riyadhus Shalihin Bab 3 - Keutamaan Sabar

Hadits ke-46


Dari Sulaiman bin Shurad Radhiyallahu 'anhu, dia menuturkan: Suatu ketika aku duduk di sisi Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Tiba-tiba, terdapat dua orang laki-laki yang saling memaki. Satu di antara mereka memerah wajahnya dan tegang urat lehernya (disebabkan kemarahan yang memuncak).

Rasulullah bersabda, "Aku mengetahui satu kalimat yang jika dibaca akan hilang apa yang dirasakannya, yaitu kalimat ta'awwudz, A-'udzubillahi minasy syaithanir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).'

Para sahabat yang duduk-duduk bersama Nabi pun berkata kepada orang yang memaki, "Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, 'Berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk (maksudnya: bacalah kalimat ta'awwudz)'" (Hadits Riwayat Muttafaq 'Alaih).

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam tema Al-Adab (Etika) dan Bad'ul Khalq (Awal Penciptaan), hadits nomor 3282 dan Imam Muslim dalam tema Al-Birr (Kebajikan), hadits nomor 2610.

Bahasa Hadits


Asy-Syaithan berasal dari kata syatha yang bermakna ihtaraqa (berkobar-kobar), juga bermakna ba'uda (jauh). Sehingga syaithan adalah makhluk Allah yang sombong lagi durhaka. Ar-Rojiim bermakna terkutuk, yakni dijauhkan dari Rahmat Allah Ta'ala.

Hikmah Hadits


1. Hadits ini menjelaskan firman Allah Ta'ala di dalam Surat Al-A'raf [7] ayat 200.

2. Kemarahan merupakan bisikan setan yang bisa mendatangkan dampak buruk bagi agama dan dunia. 

3. Cara meredam marah dengan memohon perlindungan kepada Allah dari setan yakni membaca kalimat ta'awwudz (A'udzubillahi minasy syaithanir rojiim).

4. Rasulullah memanfaatkan setiap kejadian untuk memberikan nasihat dan tuntunan.

5. Hikmah bagi para pendidik agar tidak sungkan menyampaikan nasihat di setiap kondisi yang dihadapi/dialami. 

Rujukan: (terjemah)  Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 1, Penulis: Syaikh Dr Mushthafa Dib Al-Bugha, Syaikh Dr Mushthafa Sa'id al-Khin, Syaikh Muhammad Amin Luthfi, Syaikh Muhyiddin Mistu, dan Syaikh Ali Asy-Syirbaji, Darul Uswah, Yogyakarta, 2011. 


Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search