Menag Bandingkan Aceh dan Jeddah Soal Bioskop, Jawaban Ulama Aceh Mencerahkan

- Januari 06, 2020



Wakil Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku H. Faisal Ali menyampaikan tanggapan mencerahkan atas pernyataan Menteri Agama terkait tidak adanya bioskop di Aceh sementara di Jeddah terdapat bioskop.

Teungku Faisal menjelaskan, pernyataan Menag yang terkesan membandingkan bukanlah suatu hal yang substantif.

"Belum tentu semua yang ada di daerah lain, negara lain, cocok dengan kita di Aceh, belum tentu," kata Teungku Faisal seperti dilansir acehkini, Ahad (5/1/20).

Teungku Faisal menjelaskan, masyarakat Aceh tidak membutuhkan bioskop. Jika hanya untuk hiburan, masyarakat Aceh sudah memiliki banyak hiburan.

"Jika untuk hiburan, masyarakat Aceh sudah banyak sekali bentuk hiburannya. Saya kira tidak perlu dibangun bioskop." tambah Teungku Faisal, santun.

Sebelumnya Menag menyampaikan pernyataan adanya bioskop di Jeddah sebagai bagian dari negara dimana Nabi dilahirkan sementara di Aceh tidak terdapat bioskop.

"Kemajuan negara Arab luar biasa dan kadang mengejutkan saya. Saya orang Aceh bioskop di Aceh dihabiskan, semua tidak boleh ada. Ternyata di Jeddah (Arab Saudi) ada bioskop dua, di Jeddah negara Islam, tempat Rasulullah dilahirkan, tempat nabi dilahirkan di sana ada bioskop," ujar Fachrul dalam sambutannya, di acara Hari Amal Bakti Kemenag RI ke-74 di Asrama Haji Medan, Sabtu (4/1/20). []
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search