Rumah konsep pesanstren

Satu Keluarga Terbakar Saat Tidur Karena Hina Adzan

- April 07, 2018
Kebakaran (Ilustrasi)


Jika umat Islam tidak bertindak terhadap segala bentuk hinaan dan cacian terhadap syariat Islam, maka Allah sudah pasti akan melakukan-Nya sendiri. Dia Maha Kuat untuk melakukan sesuatu, sesuai Kehendak-Nya.





Inilah yang dialami oleh satu keluarga Nashrani dari Madinah. Satu keluarga habis dilahap jago merah karena sang ayah selalu melontarkan hinaan saat mendengar adzan.

Dikisahnya secara nyata dan terpercaya dari Asbath, dari Imam As-Suddi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari dan Imam Ibnu Abi Hatim, tersebutlah seseorang yang selalu menghina Nabi ketika terdengar kalimat adzan.

Saat muadzin berkata, 'Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah-Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah', lelaki itu selalu menjawab dengan cemooh, 'Semoga pendusta itu terbakar.'

Hingga tibalah suat malam, saat ia dan seluruh anggota keluarganya tengah beristirahat. Semuanya tertidur.




Lalu masuklah salah satu pelayannya yang membawa api. Tak disangka, tanpa sengaja, ada percikan api yang terjatuh.

Lalu, simaklah perkataan Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari yang dikutip Imam Ibnu Katsir, "Kemudian ada percikan api yang jatuh lalu membakar rumah sehingga mereka sekeluarga terbakar." 

Kisah ini terdapat di dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim tulisan Imam Ibnu Katsir saat menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 58. (Baca: Kasus Puisi Hina Adzan Disebutkan Al-Qur'an)

Maka sejatinya, apa yang dilakukan umat Islam dengan menuntut keadilah kepada aparat hanyalah upaya kecil dan sebentuk kepedulian dan pembelaan terhadap syari'at-Nya yang dihina. [Tarbawia]



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search