Rumah konsep pesanstren

Empati untuk Lombok dalam Semarak Kemerdekaan

- Agustus 19, 2018



Tahun ini, masyarakat Indonesia merayakan HUT RI ke 73. Antusias Masyarakat Indonesia nampak dari beragamnya kegiatan menyemarakan kemerdekaan Indonesia.

Upacara Peringatan HUT RI ini pun diadakan dari Sabang sampa Merauke, dari Istana sampai pengungsian gempa. Momentum peringatan kemerdekaan menjadi sarana memperkuat persatuan dan juga rasa persaudaraan.

Gempa 7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali terus bertambah. Berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok, pengungsi tercatat 352.793 orang. Sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram.

Merespons hal itu, Tim Siaga bencana Rumah Zakat yang terdiri dari Relawan, Tim Medis dan Tim psikososial masih siaga di pos pengungsian korban gempa Lombok. Rumah Zakat mengirimkan Tim psikososial untuk melakukan aksi Trauma Healing.

Aksi siaga bencanapun terus dilakukan mulai dari pelayanan dapur umum, distribusi kornet dan rendang Superqurban sebagai bahan pangan di pengungsian, bantuan sembako dan pelayanan medis bagi para pengungsi yang sakit serta membutuhkan pertolongan. 

Tak hanya itu Rumah Zakat juga mendirikan masjid darurat, menyediakan tenda pengungsian, pembuatan sumur bor dan mendirikan Toilet darurat dan membangun Shelter untuk pengungsi.

"Sampai saat ini saudara kita masih sangat membutuhkan bantuan" ujar Dhika, Relawan Rumah Zakat. 

Sementara empati hadir dari masyarakat luar lombok. Momentum upacara dan semarak kemerdekaan digunakan untuk mendo'akan dan menggalang donasi bantuan. 

Warga RW 04 Kel. Joglo Jakarta Barat dalam acara tasyakuran kemerdekaan menyerahkan donasi bantuan kepada Rumah Zakat.

"Donasi ini dikumpulkan dari warga dan diserahkan bersamaan di malam tasyakuran. Selain memperkuat persatuan juga untuk memperkuat persaudaraan sebagai anak bangsa. Jika setiap RW di Indonesia ikut ambil bagian menggalang donasi tentunya akan sangat membantu warga pengungsi gempa lombok" ujar Bapak RW H. Candisar M hadid.

Sementara dari Yogyakarta, Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang dihadir dihadiri Camat Sewon, Danramil, Kapolsek, Lurah, Perguruan Tinggi, dan Sekolah SD, SMP, SMA, SMK se Kecamatan Sewon dilakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk korban gempa Lombok bekerjasama dengan Rumah Zakat Yogyakarta. 

Bapak Drs Danang Erwanto, M.Si. Selaku Camat Sewon menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Rumah Zakat atas sinergi yang terjalin.

“Terimakasih ya Rumah Zakat sudah banyak membantu dalam kegiatan ini” paparnya setelah upacara Upacara Bendera selesai. 

SMP 8 Kediri pun tidak mau ketinggalan untuk berempati untuk saudara di lombok. Setelah rangkaian agenda Upacara, Kepala Sekolah SMPN 8 Kediri bersama siswa menyerahkan donasi yang digalang oleh pihak sekolah dari seluruh civitas dan jajaran guru/staf SMPN 8 Kediri diselama pekan kedua bulan Agustus.

"Alhamdulillah, kita mengapresiasi empati yang dihadirkan warga di luar lombok dengan melakukan galang donasi dan menitipkan penyurannya ke rumah zakat, ini bentuk persaudaraan diantara masyarakat indonesia" ungkap Irvan Nugraha ( Direktur Marketing Rumah Zakat).

Sahabat, perjuangan kita untuk bantu para pengungsi Lombok belumlah berakhir. Mari kuatkan doa dan terus berikan bantuan untuk saudara-saudara kita di Lombok. []
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search