Dengan Nada Tinggi, Ini Bantahan Telak Ustadz Somad Soal Isu HTI

Ustadz Abdul Somad Dimuliakan Kesultanan Kadriah, Pontianak (Ilustrasi)


Ustadz Abdul Somad awalnya menjelaskan dengan kalem, santai, tenang. Lalu presenter bertanya soal isu HTI yang disematkan oleh sekelompok oknum kepadanya. 




Tiba-tiba raut muka Ustadz Somad terlihat sedikit berubah. Nada bicaranya pun tak sama dengan semula.
"Bolak balik isu Hizbut Tahrir (HT), dari dulu. Sudah berapa kali sudah diklarifikasi, saya bukan anggota HT. Saya pendakwah bebas yang diundang HT dalam acara besar mereka dan undangannya umum. Kami di Riau biasa diundang tapi bukan sebagai anggota, bukan simpatisan." kata Ustadz Abdul Somad dalam Fakta TV One, Senin (10/9/18) malam.

Ustadz Somad mengaku sebagai sosok yang tidak terlalu cerdas sehingga tidak banyak mengikuti kegiatan di luar kampus saat kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

"Otak saya pas-pasan. Beban kuliah saya di Al-Azhar satu tahun 14 mata kuliah, Al-Qur'an 2 juz. Jadi kalau saya ikut ini ikut itu, gak muat otak saya. Sedang serius saja nilai saya cuma jayyid, good. Bagaimana kalau ikut ini ikut itu?" kisahnya.




Tantangan Ustadz Abdul Somad


Sebagai umat Islam dan warga negara yang mentaati aturan pemerintah, Ustadz Abdul Somad mengaku siap mempertanggungjawabkan jika dirinya melakukan kekeliruan selama berdakwah.

"Kalau saya melanggar aturan agama, kita punya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Undang, saya disidang. Saya siap untuk datang." terangnya.

"Kalau saya melanggar secara hukum, itu domain polisi, penindak hukum. Jadi jangan dihakimi sendiri." tegas lulusan Darul Hadits Kerajaan Maroko ini.

Ustadz Somad pun mengaku tak habis pikir. Sudah berkali-kali diklarifikasi, mengapa tuduhan bahwa dirinya anggota HTI masih saja melekat.

"Sudah diklarifikasi lewat upacara bendera, diklarifikasi lewat video kita di dalam hutan ngajarin nyanyi lagu Indonesia Raya, gak juga. Ini orang apa? Mau viral? Mau apa? Kita ini hidup yang dicari Ridho Allah. Cukuplah." pungkas sang Ustadz. [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.