Diawali Maaf, Tulisan Korban Gempa Lombok Ini Bikin Nangis

Tulisan di atas sebuah benda berwarna putih yang terlihat seperti triplek ini ditempelkan di sebuah batang pohon. Diawali dengan kata 'maaf', tulisan singkat di tengah pengungsi korban gempa lomba ini dinilai mengundang tangis sedih.





"Maaf, dagang es krim dilarang masuk." bunyi tulisan tanpa tuan yang dibuat oleh para pengungsi korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pedagang es krim dilarang masuk bukan karena adanya persekusi atau penghadangan, melainkan karena masyarakat tak mampu membeli.

"Kami tidak punya uang. Jangan bikin anak kami nangis lagi." lanjut seruan bernada larangan itu.

Gambar berisi tulisan tersebut bukanlah rekayasa. Akun instagram ACT menyebutkan, tulisan tersebut terdapat di Dusun Trengan Lauq, Desa Pemenang Timur, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

"Gambar ini bukan rekayasa." tulis ACT for Humanity.





ACT juga menyampaikan keprihatinan yang masih didapati di sana sini. Meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan banyaknya relawan yang terjun ke lokasi gempa, banyak masyarakat yang masih membutuhkan uluran tangan.

"Hampir satu bulan pasca gempa bumi yang meruntuhkan tempat tinggal mereka, kini mereka masih berjuang dengan himpitan ekonomi yang meneyergap di balik tenda pengungsian beralas terpal." tulis ACT.

Gempa Guncang Lombok


Gempa besar berskala 7 SR mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad (5/8/18) lalu. Ratusan gempa susulan terjadi, dipuncaki dengan gempa lain dengan kekuatan 6,9 SR pada Ahad (19/8/18). [Tarbawia]




Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.