Kiyai Ma'shum Wafat, Umat Islam Indonesia Berduka



Kiyai Haji Muhammad Ma'shum. Laki-laki dengan kepribadian kuat ini mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Siloam, Surabaya, Kamis (13/9/18) bertepatan dengan 3 Muharram 1440 Hijriyah, sekitar pukul 14.30 WIB.




Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.

Masih lekat dalam ingatan umat Islam ketika Kiyai Ma'shum pendiri Pondok Pesantrean Al-Ishlah Bondowoso Jawa Timur ini menjadi bahan bakar dalam rangkaian Aksi Bela Islam sejak pertama sampai terakhir.

Di akhir-akhir Aksi Bela Islam, ketika beberapa ulama mulai ditanggap dengan tuduhan yang tak bisa dibuktikan, Kiyai Ma'shum tetap berangkat menemui umat Islam di Jakarta.

Kalimat Kiyai Ma'shum kuat. Singkat, padat, dan menghunjam. Siapa yang mendengarnya dengan iman, tak mudah untuk melupakan nasihat sang Kiyai.

Kiyai Ma'shum wafat, umat Islam Indonesia berduka.

Saat-saat terakhir Aksi Bela Islam itu, Kiyai Ma'shum sudah menderita sakit parah. Bukan sakit biasa, tetapi kanker stadium empat. Jika orang lain, pasti memilih tidur sambil menunggu Izrail.

Tapi, Kiyai Ma'shum bukanlah orang kebanyakan. Beliau berangkat dari Bondowoso, sengaja menghadiri Aksi Bela Islam. Katanya tak mudah dilupa, "Daripada mati di atas kasur, lebih baik syahid di medan tempur."




Pekik Sang Kiyai itu, seketika disambut gemuruh takbir dari ribuan umat Islam yang hadir. Allahu Akbar!!! 

Terakhir, Kiyai Ma'shum tetap menghadiri Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta akhir Juli 2018. Bukan kehadiran biasa! Beliau hadir dengan suara yang tetap tegas dan menyemangati meski selang oksigen dan infus diikutsertakan.

Siapa yang tak malu? Saat banyak oknum dijuluki ulama atau ustadz, tapi memilih mendekam di ketiak penguasa dan enggan berjuang bersama-sama umat?

Kiyai Ma'shum tidak mati. Beliau hanya menyusul istri pertamanya yang lebih dulu dipanggil Allah Ta'ala. Tiga istri, sebelas anak, dan dua puluh lima cucu yang ditinggalkan serta puluhan ribu santri tentu sangat bersedih.

Semoga Allah ampuni dosa-dosa Kiyai Ma'shum dan berikan ketabahan serta kesabaran kepada semua yang ditinggalkan. [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.