Sebar Hoax di ILC, Ust Haikal Hasan Peringatkan Tegas Nusron



Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Dr Ustadz Haikal Hasan menyampaikan peringatan tegas kepada Nusron Wahid yang didapati menyampaikan data hoax terkait Ijtima' Ulama 2 saat tampil di ILC, Selasa (18/9/18).




"Apalagi dengan mengambil 1953? Loh minta maaf, Bang Nusron yang mana itu? Gak ada itu. Di Ijitma' I dan II, gak ada bang."

Dengan logat khasnya, Ustadz Haikal menuntut Nusron menyampaikan bukti terkait ungkapannya.

"Coba dibuktikan kepada publik," tegasnya.

Ustadz Haikal menyayangkan pernyataan Nusron sebagai seorang tokoh publik dan menyampaikan pernyataan hoax di tempat publik.

"Bagaimana Bang Nusron sebagai salah satu tokoh, mengambil data yang salah, terus menyajikan ke publik. Itu berbahaya sekali." tegasnya.





Nusron Sebar Hoax


Sebelumnya, Nusron Wahid menyampaikan adanya satu konsideran dalam Hasil Ijtima' Ulama 2 terkait pertimbangan dalam mendukung Prabowo-Sandi.

Nusron menyebutkan adanya konsideran yang menyatakan bahwa Ijtima' Ulama menggunakan hasil pertemuan alim ulama di Medan pada tahun 1953.

"Kalau saya lihat dari konsideran-konsiderannya, sebetulnya bagus, gak ada masalah. Pertama menggunakan konsideran dalam konteks menimbang adalah hasil fatwa alim ulama ketika pertemuan alim ulama se-Indonesia pada tahun 1953 di Medan, yaitu wajib memilih hanya calon-calon yang mempunyai cita-cita terlaksananya ajaran dan hukum Islam di negara." kata Nusron.

Sayangnya, Ijtima' Ulama tidak pernah menggunakan poin tersebut dalam konsideran pertimbangan terkait dukungan kepada Prabowo-Sandi.

"Saya penasihat GNPF, dan itu tidak ada. Tidak ada. Mengambil dasar itu, tidak ada. Gak ada konsideran (tahun) 53. Gak ada itu." pungkasnya. [Tarbawia]



Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.