Rumah konsep pesanstren

Sambil Thawaf Sejak 2014, Ini Doa Ustadz Yusuf Mansur Terkait Pilpres

- September 13, 2018

Terkait pesta demokrasi pemilihan Presiden (pilpres), Ustadz Yusuf Mansur mengaku sudah memanjatkan doa ini sejak thawaf tahun 2014.




"Nah 2014, Saya tuntasin. Saya thawaf. Di antara 7 thawaf, Saya doa, 'Ya Allah, saya pingin banget jadi Imam masjidil Haram. Jika untuk menjadi Imam di masjidil Haram Saya perlu menjadi Presiden Indonesia, gak apa-appa ya Allah, saya ridho. Saya terima." kata Ustadz Yusuf Mansur dalam dialog Inews TV beberapa waktu lalu.

Keinginan Ustadz Yusuf Mansur menjadi Imam Masjidil Haram ini sudah dituangkan dalam bentuk doa sejak tahun 2003.

"Keinginan saya menjadi Imam di Masjidil Haram. Itu keinginan Saya. Doa dari 2003 supaya bisa jadi imam di Masjidil Haram." kisah Ustadz Yusuf.

Pada tahun 2010 atau tujuh tahun setelah doa dipanjatkan, Ustadz Yusuf diberi rezeki kenal dengan imam-imam di Masjidil Haram.

"Tahun 2010, Saya berteman dengan imam-imam Masjidil Haram. Sama Sudais, berteman. Maher Muaqly, berteman. Suraim, berteman. Hasan Hudzaifi, berteman. (Saya) jadi murid." lanjutnya.




Dua tahun kemudian, pada 2012, Ustadz Yusuf Mansur berkesempatan shalat tepat di belakang imam karena menjadi tamu kehormatan.

"Nah 2012, Saya shalat di belakang imam. Jadi dateng nih sama imammnya. Imam di depan, saya di belakangnya. Saya gak kelihatan. Di depan Saya Ka'bah, Imam, Saya." tegasnya.

Di akhir kisahnya, Ustadz Yusuf bersyukur mendapatkan rezeki menjadi Imam di Masjid Nabawi, sekaligus meminta maaf kepada jamaah jika ada kesalahan yang diperbuat.
"Kalau saya ada salahnya, maafin aja. Ama orang yang gak kenal aja maafin, masa' sama saya gak maafin? Dosa loh gak maafin Ustadz." [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search