Tim Kampanye Nasional Jokowi Sebut Suara Ijtima' Ulama II Kecil




Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko menyatakan bahwa dukungan Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional tidak bersifat signifikan dalam menggerus suara pasangan Jokowi-Ma'ruf.




Menurutnya, suara Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar dua kali tidak mengkhawatirkan karena jumlahnya tidak banyak.

"Kecillah, suaranya kecil." kata Moeldoko seperti dilansir CNN Indonesia, Jum'at (15/9/18) sebelum Ijtima' Ulama II dilangsungkan.

Lantaran hal tersebut, Moeldoko mengaku tidak khawatir terhadap dukungan Ijtima' Ulama kepada pasangan Prabowo-Sandi.

"Secara strategis kita sudah melihat kekuatan masing-masing. Enggak perlu khawatir." tegas Moeldoko.




Optimisme Buni Yani


Hadir di lokasi Ijtima' Ulama II, aktivis Media Sosial, Buni Yani mengaku merasakan aura kasih sayang Allah dan aroma kemenangan.

Ia yang merasa menjadi korban kriminalisasi menegaskan bahwa konsolidasi suara untuk pasangan Prabowo-Sandi akan dilakukan di rumah-rumah kaum Muslimin dan masjid-masjid setelah Prabowo tandatangani Pakta Integritas.

"Ulama dan kyai akan turun kampanye. Masjid akan jadi pusat konsolidasi." kata Buni Yani melalui akun fesbuknya, Ahad (16/9/18). 

"Peserta ijtima' sepakat setiap rumah seorang Muslim adalah posko pemenangan Prabowo-Sandi. Militansi umat untuk mendapatkan pemimpin yang adil sudah tak terbendung lagi." lanjutnya. 

"Kemenangan hanya tinggal sejengkal. Allah mendengar doa dan penderitaan hamba-Nya yang terzalimi. Di ruangan Ijtima' Ulama II, aura kasih sayang Allah dan kemenangan begitu terasa." tegasnya. [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.