Wajib Pilih Prabowo Meski Lajang, Ulama Gunakan Dalil Ini



Isu status lajang sering digunakan sebagai alasan untuk menyerang Prabowo Subianto  dalam setiap pilpres, termasuk pilpres 2019 mendatang. Menepis isu ini, Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II menyampaikan dalil di balik keputusannya mewajibkan memilih pasangan Prabowo-Sandi.





Syarat punya istri tidak menjadi keharusan dalam imamah. Jawaban Lajnah Da'imah wal-Buhuts al-'Ilmiyah wal-Ifta' (Juz 6/299) no. Fatwa: 14835, lembaga otoritas Fatwa KSA, atas perkara ini:

 "تجوز إمامة الأعزب غير المتزوج ، وليست صلاته ناقصة ، وكذلك تجوز إمامته للجمعة وخطبته لها ؛ لما روى أبي مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله تعالى ، فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم بالسنة ، فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة ، فإن كانوا في الهجرة سواء فأقدمهم سلما - أي : إسلاما) وفي رواية : (سنا) الحديث رواه مسلم (673)" انتهى

"Imam bujangan yang tidak punya isteri boleh menjadi imam. Dan pahala sholatnya tidaklah berkurang. Ia juga boleh menjadi imam sholat Jum'at dan menjadi khatib. Ibnu Mas'ud (ra) meriwayatkan, Rasulullah (saw) bersabda: "Yang berhak menjadi imam atas suatu kaum adalah yang paling menguasai bacaan kitabullah (Al-Quran), jika dalam bacaan kapasitasnya sama, maka yang paling tahu terhadap sunnah, jika dalam as-sunnah (hadits) kapasitasnya sama, maka yang paling dahulu hijrah, jika dalam hijrah sama, maka yang pertama-tama masuk Islam." Shahih Muslim (673) 

Haram Dipilih

Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Ahad (16/9/18) memutuskan utnuk mengharamkan memilih pemimpin ingkar janji pada pilpres 2019 mendatang. 




"Haram memilih dan bekerja sama dengan partai dan calon pemimpin yang diusung oleh partai penista agama, mengkriminalkan ulama, menghidupkan ajaran komunis, memojokkan Islam dan kaum muslimin." demikian bunyi rilis yang diterima Tarbawia, Ahad (16/9/18). 

Wajibkan Pilih Prabowo-Sandi


Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional II juga menyatakan wajib memilih pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pada pilpres 2019 mendatang. 

"Wajib memilih pasangan calon pemimpin yang benar-benar amanah (punya integritas moral), fathonah (cerdas, berwibawa dan bijaksana), shiddiq (jujur, benar dan dapat diteladani), serta tabligh (aktif, komunikatif dan aspiratif)." demikian rilis yang diterima Tarbawia, Ahad (16/9/18). 

"Memiliki syarat: kematangan, keahlian, kepribadian, kesatriaan dan keperwiraan. Yaitu: Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno (hafizhahullahu'alayhima)." lanjut rilis tersebut. [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.