Merinding! Begini Komentar Warga Aceh Soal Diskualifikasi Atlet Blind Judo


Warga Nangroe Aceh Darussalam menyampaikan komentar terkait tindakan diskualifikasi atlet blind Judo, Miftahul Jannah pada ajang Asian Para Games 2018 Jakarta, Senin (8/10/18).




Bukan sembarang komentar, warga Aceh yang juga saksi sejarah tragedi tsunami tahun 2004 ini menyampaikan komentar yang tegas dan bikin merinding.

"Keberanian itu lebih berharga daripada bumi dan seluruh isinya. Sesungguhnya cut kak Miftahul Jannah telah memenangkan medali langit dengan meninggalkan pertarungan di bumi." ungkap Rahmat Idris melalui pesan WhatsApp di sebuah ruang diskusi.

Tindakah Miftahul Jannah yang menolak melepas kerudung, menurut Rahmat, merupakan bukti bahwa dirinya adalah petarung sejati dari Serambi Mekah.

"Alhamdulillah... istiqamah memakai hijab menampakkan bahwa cut kak Miftahul Jannah adalah seorang petarung sejati dari Aceh yang memiliki keyakinan yang tidak goyah oleh intervensi siapapun."




Sehingga, menurutnya, Miftahul telah menuai medali terbaik di dalam perjalanan hidupnya.

"Medali terbaik adalah ketika kita bersedia melawan keburukan walau harus menanggalkan keinginan bertanding untuk memperoleh gelar juara." pungkasnya.

Miftahul Jannah, atlet blin Judo berusia 21 tahun. Ia melenggang keluar dari gelanggang karena memilih mempertahankan jati dirinya sebagai seorang Muslimah.

Wakil Bupati Aceh Barat, Muslizar pun mendukung tindakan Miftahul. (Baca: Pernyataan Wabup Aceh Barat Soal Miftahul Bikin Bangga). Terlihat jelas betapa Miftahul tegar saat meninggalkan arena laga. (Baca: Detik-detik Haru Saat Miftahul Tinggalkan Arena Laga Asian Para Games 2018) [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.