Safari Kemanusiaan Lombok Serap Inspirasi Dakwah dari Tuan Guru Fathul Aziz




Salah satu yang sangat  disyukuri oleh jamaah Safari Kemanusiaan Lombok dalam perjalanan selama dua hari adalah bertemu dengan orang-orang shalih yang semoga Allah istiqomahkan dalam dakwah sampai kelak husnul khotimah.

Salah satunya adalah laki-laki sejuk berkacamata ini. Ada yang kenal siapa beliau?

Jika kawan-kawan liburan ke Lombok, jangan hanya kunjungi pantai-pantai atau gunung-gunungnya.

Datang dan kunjungilah pesantren-pesantren yang banyak tersebar di Pulau Seribu Masjid ini. Datangi, temui kiyainya, duduklah sejenak, mintalah nasihat kepadanya.

Beliau yang di sebelah kanan pemimpin Safari Kemanusiaan Lombok, KH Bachtiar Nasir ialah Tuan Guru Haji Fathul Aziz. Masyarakat di Pulau Jawa biasa menyebutnya dengan Kiyai Haji. 

Sebuah gelar kehormatan atas keshalihan dan dedikasi beliau di ranah dakwah, khusus dalam dunia pendidikan ala pesantren. 

Beliau adalah salah satu putra Tuan Guru Musthafa Umar. Tuan Guru Musthafa Umar yang merupakan salah satu ulama kebangaan Lombok ini mendirikan Pesantren Aziziyah di Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. 

Setelah Tuan Guru Musthafa Umar wafat beberapa tahun lalu, Pesantren Aziziyah sempat mengalami stagnasi karena Tuan Guru Fathul Aziz tengah berada di Madinah untuk menuntut ilmu.

Alhamdulillah, kini Pesantren Aziziyah yang sudah dikelola oleh sebuah yayasan mulai bergeliat di bawah tangan dingin Tuan Guru Fathul Aziz. 

Tuan Guru Fathul Aziz ini tidak banyak bicara. Di sekeliling wanita, saat jamaah Safari Kemanusiaan berkunjung ke kompleks Pesantren Aziziyah, sepanjang acara hanya menunduk. 

Saat dimintai nasihat, beliau tak berani menyampaikan nasihat kecuali hanya mengutip sabda-sabda Nabi yang mulia. 

Seperti kemarin, Ahad (28/10/18), beliau mengajak ummat untuk tidak mudah melontarkan cacian, berbicara kepada orang lain dengan penuh perhatian, dan terus-menerus berakhlak baik kepada sesama. 

Benar, saat jamaah Safari Kemanusiaan mendekat dan bersalaman, lalu meminta doa, beliau menunduk dan berkata lirih memanjatkan doa. 

Sejuk berada di samping beliau. Tak mau rasanya lekas-lekas beranjak pulang. 

Tapi memang, berbekal itu untuk berjuang. Seperti Nabi yang lekas turun setelah usai Mi'raj padahal di atas sana sudah bertemu dengan Allah dan dikelilingi Malaikat, maka seperti itu pulalah seharusnya ummatnya mencontoh. 

Lekas-lekaslah kembali berjuang. Mendidik ummat, dan berbuat apa pun demi kemanfaatan.

Sebab, seperti Nabi bersabda, yang terbaik di antara kita ialah yang paling besar dan banyak manfaatnya untuk sesama.

*Safari Kemanusiaan Lombok yang dipimpin oleh KH Bachtiar Nasir merupakan salah satu gagasan AQL Islamic Center yang melibatkan AQL Peduli dan Berkah Berjamaah. 

Dalam safari ini, KH Bachtiar menyampaikan langsung bantuan yang terkumpul kepada korban gempa Lombok, NTB. 

Seperti rumah semi permanen yang diberi nama Rumah Berkah Berjamaah di Sire Timur, Tanjung, Lombok Utara, peresmian Pondok Baca Madrasah Ceria dari Notaris Muslim Indonesia, pemberian bantuan langsung untuk Masjid Darusaalam Dusun Karanglangu, Desa Tanjung, Pesantren Aziziyah Gunungsari, dan Pesantren Hidayatullah Mataram. []
Diberdayakan oleh Blogger.