Dunia Bungkam, Inilah Fakta Pilu yang Dialami Muslim Rohingya



Tersingkapnya Fakta Dibalik Kejahatan Yang Dialami Muslim Rohingya

Jakarta Pusat - Kasus pelanggaran HAM berat oleh Pemerintah Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya menimbulkan keprihatinan dari berbagai kalangan. Sehingga bermunculan tim pencari fakta baik dari dalam negeri maupun luar negeri.




KNSR (Komite Nasional Untuk Solidaritas Rohingya) mengadakan acara Public Expose Rohingya di Auditorium Adiana Jakarta Pusat, Rabu (14/11). Acara yang bertemakan "Ungkap Fakta Pelanggaran HAM Berat Pemerintah Myanmar Atas Etnis Rohingya" ini dihadiri oleh mitra KNSR dari berbagai relawan dan beberapa lembaga sosial serta tim pencari fakta Rohingya langsung dari Presiden KNSR.

LAZIS Wahdah yang diwakili oleh Divisi Pemberdayaan dan Kerja Sama (PK) Rejional Jakarta turut hadir dalam acara ini. Kehadiran LAZIS Wahdah merupakan undangan langsung dari KNSR karena selama ini LAZIS Wahdah responsif dengan keadaan yang dialami muslim Rohingya dan aktif menyalurkan bantuan.

Acara ini diselenggarakan untuk mengungkap fakta-fakta kejahatan Pemerintah Myanmar terhadap etnis muslim Rohingya. 




"Kita juga sebetulnya menyongsong sebuah temuan dari dewan HAM PBB bahwasanya telah terjadi 3 kejahatan besar sekaligus oleh Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, yaitu kejahatan perang, kejahatan atas kemanusiaan, dan genosida." ujar Presiden KNSR, Syuhelmaidi Syukur kepada Tim Media LAZIS Wahdah Jakarta.

"Dan itu kemudian menjadi konsen kita pada pertemuan kali ini. Kita mengajak lembaga kemanusiaan, ormas, mahasiswa, bagian HAM, bagian kemanusiaan semuanya untuk terlibat aktif menyampaikan opini ke publik melalui media sosial maupun ikut mendorong pemerintah khususnya. Kita menyonsong sidang umum PBB tanggal 10 Desember yang mana dalam sidang umum itu akan disampaikan mandat dari Dewan HAM terkait kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar. Kita berharap agar Pemerintah Indonesia menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia, khususnya muslim Indonesia untuk kemudian mendorong dilakukannya pengadilan internasional bagi 6 jenderal yang terlibat langsung dalam genosida ini." tambahnya. (rsp)

***

Info Donasi Peduli Rohingya: 0811 9787 900 (call/wa/sms)

LAZIS Wahdah, "Melayani dan Memberdayakan" []




Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.