Hadapi Panggilan Polisi, Tulisan Ketua Pemuda Muhammadiyah Getarkan Jiwa


Menghadapi panggilan Polda Metro Jaya terkait dugaan penyalahgunaan dana Kemah dan Apel Pemuda Islam yang diselenggarakan Kemenpora tahun 2017, Ketua Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani mengunggah tulisan melalui akun fesbuknya, Jum'at (23/11/18).




Fanani menyebutkan banyak fakta. Laki-laki kelahiran Pemalang, Jawa Tengah ini juga mengungkap fakta-fakta yang dinilai janggal dan dialamatkan kepada dirinya selaku Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam 2017.

Sahabat, saya terharu membaca statemen, dukungan, dan doa yang mengalir deras beberapa hari ini. Sampai hari ini saya sengaja menahan diri untuk tak mengeluarkan pernyataan atau klarifikasi, kecuali menjawab mereka yang langsung japri, yang memang harus dijawab. Itupun sekadarnya. Saya mengambil hikmah, Gusti Allah sedang memberikan saya instrumen filter untuk melihat mana lawan, mana mitra politik, dan mana sahabat serta saudara sejati.

Saya terharu membaca pesan demi pesan, pernyataan demi pernyataan, dan video demi video dari segenap sahabat yang bukan saja berangkat dari kepedulian, tapi juga sarat dengan kepercayaan kepada kami yang begitu empatik. Terimakasih saudaraku. Terimakasih.

Sudah sedari lama kami diingatkan beberapa teman atas kemungkinan permainan seperti ini. Meski kami tak menyangka 'permainannya' akan sekasar dan sekotor ini. Buat kami ini hanyalah konsekuensi dari jalan juang yang kami tempuh. Kesalahan kami adalah karena kami memilih jalan ini. Karena kami memilih menyuarakan kritik atas ketidakadilan yang t*lanjang di depan mata. Karena kami memilih tak ikut dalam arus utama. Karena memilih tak menjual integritas kami berapapun harganya. Karena kami memilih tak tunduk, takluk pada kezhaliman.




Terkait kasus yang sedang berupaya keras dituduhkan pada kami ini, kita patut mengapresiasi kinerja Polda. Hanya dalam tempo kurang lebih satu minggu, berkat kinerja hebat penyidik yang ultra profesional, prosesnya berjalan kilat. Kamis lalu kami diberitahu ada laporan, Jum'at siang tim penyidik meminta keterangan Kemenpora, Jum'at malam terbit surat panggilan untuk hari Senin karena Sabtu-Ahad hari libur. Kemudian Senin siang, kebetulan saya berhalangan hadir, tim penyidik melalui pesan WhtsApp menyampaikan bahwa proses penyelidikan sudah hampir final dan siap naik status ke penyidikan dengan atau tanpa kehadiran kami. Luar biasa. Salut untuk tim Polda.

Sahabat, sedari awal kami sadar betul bahwa perjuangan ini tak akan mudah. Yang kami hadapi bukan sembarang kekuatan biasa. Mereka bisa melalukan segala cara. Dan kami mungkin akan dikalahkan dengan mudah. Tapi yang pasti kami tak akan pernah menyerah. KAMI TAK AKAN MENYERAH. Karena buat kami kebenaran tak bisa dikompromikan. Nurani kami tak bisa dibungkam.

Hari ini, kami kembali diperiksa. Mohon doanya

Ahmad Fanani

Selain Ahmad Fanani, Ketua Umum Pemuda Muhamadiyah Pusat, Dahnil Anzar Simanjuntak juga dipanggil Polda Metro. Dahnil menyatakan, pemanggilan dirinya merupakan salah satu konsekuensi mengkritik pemerintah. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.