Baru Terungkap! Ini Fakta Menakutkan Bom di Reuni 212

- Desember 18, 2018


Hampir 3 pekan setelah Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas, Jakarta, Ahad (2/12/18), panitia dari PA 212 dan FPI mengungkap fakta-fakta menakutkan terkait bom pada malam sebelum reuni.




Fakta-fakta ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PA 212, Ustadz Slamet Maarif.

Kesaksian Ustadz Slamet Maarif


Ustadz Slamet Maarif membetulkan adanya ledakan di sekitar panggung utama Reuni 212 pada Sabtu (1/12/18) malam. Ledakan terdengar kencang.

"Ledakannya lumayan kencang, lumayan dahsyat sehinga orang-orang yang di sekitar panggung, di ruang vip, terkaget-kaget." kata Ustadz Slamet dalam dialog Fakta TV One, Senin (17/12/18) malam.

Ustadz Slamet menjelaskan, ledakan bukan berasal dari ponsel yang meledak saat diisi ulang, tetapi dari bom rakitan.




"Kalau kita menyimpulkan, itu bom rakitan. Ketika saya akan meninjau langsung bertemu dengan Kapolda Metro Jaya, Pak Idham Aziz. Beliau meminta izin agar tim Gegana bisa masuk. Beliau juga mengatakan bahwa ini rakitan, bukan sekadar handphone yang meledak ketika dicharge." tambah Ustadz Slamet.

Ledakan tersebut, lanjut Ustadz Slamet, merupakan teror yang bertujuan mengagalkan Reuni 212. Namun panitia bersikap bijak dengan tidak memberitakan bahkan meminta kepada laskar untuk tidak menceritakan terlebih dahulu ketika ada media yang meliput.

"Ini sebuah teror. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk menggagalkan acara reuni. Mereka mengharapkan kita panik, menjadi berita besar, kemudian ummat takut menghadiri reuni." pungkas Ustadz Slamet.

Setelah ledakan, laskar FPI dan gabungan laskar lainnya menyisir seluruh lokasi untuk memastikan keamanan. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search