Berbangga Proyek Infrastruktur, Ini 2 Kritik Mencerahkan Rocky Gerung

- Januari 31, 2019





Rocky Gerung melontarkan dua kritik mencerahkan terkait publikasi bombastis suksesnya proyek infrastruktur berupa pembangunan jalan tol. Kritik Rocky ini disampaikan berdasarkan tinjauan ekonomi, sosial, dan budaya.





"Ngapain jalan tol jadi prestasi? Tukang aja bisa bikin kalo ada uang." kata Rocky di hadapan calon legislator PKS di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (30/1/19) malam.

Jalan tol, menurut Rocky, tak bisa dijadikan patokan prestasi sebuah pemerintahan. Kesuksesan sebuah pemerintahan, lanjut Rocky, dilihat dari distribusi keadilan secara merata, kesejahteraan dan juga toleransi.

"Meningkat gak kepekaan keadilan di Bangsa ini? Meningkat gak kesejahteraan di antara rakyat? Meningkat gak toleransi di antara kita?" tanya Rocky retoris.

Kedua, Rocky mengambil contoh peresmian jalan tol tembus Jakarta-Semarang sehingga jarak 300-an kilometer itu bisa ditempuh hanya dalam waktu enam jam. Menurut Rocky, ada banyak kerugian yang terjadi.




"Kenapa tidak dibongkar logika sebaliknya? Selama 6 jam perjalanan beliau (Presiden) bersama 100 rombongan bahkan lebih, ada 20 warteg di Tegal yang tidak disinggahi rombongan dan tidak mendapatkan pendapatan. Ada puluhan warung soto Pekalongan yang tidak disinggahi rombongan karena mobil melaju langsung sampai Solo. Gak ada pendapatan. Berapa banyak telur asin yang gagal dijual oleh emak-emak di Brebes karena gak ada lagi yang mampir setelah dibangun jalan tol." tegas Rocky.

Menurut mantan dosen yang pernah mengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun ini, setiap kebijakan harus ditinjau secara matang demi mendapatkan hasil yang optimal untuk rakyat. Pasalnya, setiap kebijakan pasti memiliki dampak.

"Tiap kebijakan ada konsekuensi sosio-kulturalnya." terang Rocky.

Lebih lanjut, menurut Rocky, jalan tol merupakan kewajiban negara dan hak rakyat. Mirisnya, publik masih diminta membayar saat akan menggunakan jalan tol.

"Kita berdiam diri kemudian (ada yang) membanggakan bahwa itu jalan tol (sebagai prestasi). Jalan tol itu hak saya untuk mencapai akses kegiatan ekonomi. Karena itu jalan gak boleh berbayar. Tugas negara menyediakan jalan." pungkas Rocky, telak. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search