Bekasi Kota Pejuang



BEKASI KOTA PEJUANG

Banyak masyarakat yang langsung terpikir macet dan banjir saat mendengar ucapan Kota Bekasi. Meski tak sepenuhnya salah, pikiran tersebut juga tak sepenuhnya benar. Sebab, Kota Bekasi memiliki sejarah mengagumkan hingga dijuluki sebagai Kota Pejuang atau Kota Patriot.

Bekasi diambil dari kata bagasasi yang sama artinya dengan candrabaga, yakni nama sungai yang melintas di wilayah tersebut. Bekasi zaman dahulu merupakan Ibu Kota Kerajaan Tarumanagara yang membentang dari Depok, Bekasi, hingga Sukabumi.

Bekasi menjadi saksi sejarah sekaligus bukti perjuangan ummat Islam, para ulama, dan masyarakat dalam masa penjajahan Belanda, militer Jepang hingga menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas alasan ini, Bekasi disebut sebagai Kota Pejuang atau Kota Patriot.

Kini, Kota Bekasi yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bekasi menjadi salah satu penyangga utma Ibu Kota DKI Jakarta. Bekasi yang terdiri dari 90% perumahan ini tak bisa dikesampingkan perannya dalam menunjang dan menopang perekonomian dan bisnis di Jakarta. Industri di Kota Bekasi merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia.

Pemekaran Kota Bekasi diawali dari padatnya penduduk dan luasnya wilayah di Kecamatan Bekasi sebagai bagian dari Kabupaten Bekasi. Pemekaran berdasarkan Peraturan Pemerintah no 48 tahun 1981 sebagai Kota Administratif. Kota Administratif Bekasi secara berturut-turut dipimpin oleh Walikota H Soedjono (1982-1988), Andi Sukardi (1988-1991), dan Khailani A.R (1991-1997).

Seiring berjalannya waktu, Kota Administratif Bekasi makin berkembang pesat. Pemerintah Pusat pun kembali menggulirkan peraturan dan menjadikan Bekasi sebagai Kotamadya tersendiri. Khailani AR masih memegang kekuasaan selama 1 tahun dilanjutkan dengan Walikota Definitif sampai terpilihnya Ahmad Zurfaih sebagai Wali Kota dan Moechtar Muhamamad sebagai Wakil Walikota pada pemilu 2002 untuk masa jabatan 2003-2008.

Pada periode selanjutnya, Moechtar Muhammad mencalonkan diri dan menggandeng Rahmat Effendi. Dua pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada dan memimpin Kota Bekasi. Pada Pilkada tahun 2012, Rahmat Effendi mencalonkan diri sebagai Calon Walikota berpasangan dengan Ahmad Syaikhu. Dua pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada yang diikuti oleh lima pasang calon. Pada Pilkada 2017, Rahmat Effendi kembali terpilih sebagai Walikota Bekasi didampingi Tri Adhianto.

Harus diakui, Kota Bekasi memang masih memiliki banyak catatan. Berbagai keluhan masyarakat dan pemberitaan nasional tentang salah satu kota terpadat di Indonesia ini harus menjadi perhatian penting bagi semua masyarakat, wakil rakyat, juga pemimpin.

Mau tak mau, suka tak suka, Kota Bekasi harus semakin maju. Kota Bekasi harus terdepan dalam mendukung kemajuan Ibu Kota yang terus digenjot oleh pemerintahan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kota Bekasi harus pro aktif dan menyambut bola dari pemerintah pusat juga dengan sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi rakyatnya.

Dalam Pileg dan Pilpres 2019 yang akan datang, masyarakat Kota Bekasi juga tak boleh salah pilih. Jangan hanya memililih wakil rakyat di pusat berdasarkan tampilan luarnya saja. 

Jangan sampai partai-partai yang kadernya rajin korupsi kembali memimpin Indonesia dan Kota Bekasi.

Sebab rakyat menjadi korban pertama dari tindakan korup para pejabat dan wakil rakyat. Kenali partainya, lihat rekam jejaknya. Kenali calegnya, lihat kiprahnya. Sebab salah pilih bisa berdampak sengsara dalam lima tahun ke depan. Hutang Riba tambah banyak. Dan keberkahan kota bisa dijauhkan Allah, hati-hati ya sahabat semua.

Dengan semangat perjuangan para pendahulu bangsa dan pendiri Jawa Barat serta Kota Bekasi, kiranya cukup bagi kita untuk kembali manafakuri dan mengasah spirit perjuangan demi tercapainya kemerdekaan yang sesungguhnya; merdeka dari korupsi dan mandiri di bidang ekonomi keummatan, pendidikan pro rakyat, dan politik tanpa kepentingan elit atau kelompok.

Bunda mengajak sahabat semua untuk kembali ke kemandirian ekonomi keluarga. Kita bisa insyaa Allah.

Salam untuk keluarga
Bunda Ermi


------------------------------

Ikuti sejuknya Pesan Bunda Ermi lainnya di Channel TELEGRAM. Cukup klik:

https://t.me/SahabatBundaErmi
Diberdayakan oleh Blogger.