Rumah konsep pesanstren

Kota Depok Ramah Pengajian

- Februari 10, 2019


KOTA DEPOK RAMAH PENGAJIAN

Kelakuan seorang jamaah wanita yang viral di media sosial karena mengusir pengajian Ustadz Adi Hidayat di Sawangan, Depok beberapa bulan lalu, bukanlah wajah Depok yang sebenarnya. Kota Depok dengan beragam latar belakang ormas penduduknya adalah kota yang amat ramah terhadap pengajian.

Sejak era kepemimpinan Wali Kota Nur Mahmudi Ismail hingga KH Idris Abdus Somad, keduanya merupakan kader terbaik Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pengajian lintas ormas biasa dilakukan di Masjid Baitul Kamal yang terletak di Pusat Pemerintahan Kota Depok.

Pengajian bukan dikuasai oleh satu ormas atau satu pergerakan Islam saja, tetapi digilir setiap pekan. Bahkan di Masjid Baitul Kamal sudah terbiasa digunakan untuk Mabit pekanan atau bulanan. Tiap pekan di akhir pekan, pengajian dihelat dengan bergiliran.

Kajian corak Salafi, Tarbiyah, Tradisional, dan lainnya diberikan ruang dan waktu yang sama oleh Wali Kota Nur Mahmudi Ismail dan penerusnya. Bahkan di bulan Ramadhan, Masjid Baitul Kamal menyelenggarakan i’tikaf selama 10 hari terakhir dengan bacaan satu juz per malam saat qiyamullail.

Saat i’tikaf itu, beragam ummat Islam lintas ormas dan pergerakan dakwah berkumpul menjadi satu untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan sunnah Nabi-Nya yang mulia.

Indah, bukan?

Di masjid-masjid sekitar Kota Depok juga menjamur pengajian-pengajian yang mencerahkan dengan tema yang progresif, yang membahas Islam tak hanya dari sisi ritual tetapi bagaimana Islam menjadi kontributor peradaban dan memakmurkan bumi dengan karya nyata.

Masjid-masjid perumahan, seperti Perumahan Tirta Mandala, Gema Pesona, Jati Jajar, Pondok Sukmajaya, dan lainnya menjadi pelopor dalam menghelat kajian-kajian seperti ini.

Di kawasan perkampungan, masyarakat terbiasa berkumpul setiap pekan untuk membaca Maulid Al-Barzanji yang tak lain merupakan syair kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 

Ketika ada warga yang meninggal dunia, masyarakat kompak menghadiri untuk memberikan bantuan berupa pengurusan jenazah, membantu meringankan beban dengan mengirimkan makanan, juga berkumpul untuk saling silaturahim, mendoakan, dan meringankan kesedihan.

Kota Depok benar-benar ramah pengajian. Semua jenis pengajian Ahlus Sunnah berkembang pesat dan subur di Kota Depok. Selain karena masyarakat perkotaan yang haus dengan ilmu agama juga dukungan dari pemimpin yang mengetahui Islam.

Di Balaikota Depok juga rutin diselenggarakan pengajian umum. BIasanya diselenggarakan besar-besaran untuk mendoakan bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya.

Sahabat Bunda, pemimpin dan masyarakat seperti inilah yang harus kita dukung dan wujudkan. Sebab ketika masyarakat antusias tetapi pemimpin tidak membuka diri, kejadiannya adalah pelarangan dengan menggunakan tangan besi pemerintahan.

Sebaliknya, ketika pemimpin memberikan kebebasan tetapi masyarakat tak dewasa, perseskusi, pelarangan, saling merasa paling benar dan yang lain salah adalah bibit-bibit yang pasti menumbuhkan kehancuran.

Mari jaga bangsa Indonesia tercinta. Mari jaga Kota Depok yang senantiasa ramah pengajian. Salah satu jalannya, jangan salah pilih pemimpin dan wakil Rakyat pada pemilu serentak 17 Apil 2019 mendatang. Kenali partainya, kenali calegnya, cek rekam jejaknya. Yang ahli pengajian, insya Allah amanah. 


Salam untuk keluarga
Bunda Ermi
------------------------------

Ikuti sejuknya Pesan Bunda Ermi lainnya di Channel TELEGRAM. Cukup klik:

https://t.me/SahabatBundaErmi
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search