Jangankan Menyerang, Dengarkan Ceramah Aja....



Saya harus menghentikan tulisan di judul tulisan ini. Bukan karena trik mengundang pembaca, tetapi amat pentingnya kesaksian orang dekat Sang Jenderal.




Sang Jenderal diprotes. Mengapa ia tidak melawan. Mengapa ia tidak menyerang. Mengapa ia tidak membalas serangan mantan anak buahnya itu?

Bukankah Sang Jenderal tahu masa lalunya? Bukankah laki-laki berkemeja putih yang dilipat setengah lengan itu awalnya bukan siapa-siapa, lalu dipoles dan dibawa serta diperjuangkan oleh sang Jenderal?

Jelas sekali, sang Jenderal menunjukkan kejujurannya. Di kamus kehidupannya, semua orang baik. Baginya, mustahil kucing berubah menjadi singa buas yang menerkam majikannya.

Rupanya sang Jenderal tetap manusia biasa. Laki-laki tak gemuk itu berubah menjadi beringas bahkan berani meludahi mantan majikannya itu di muka umum.




Mengapa Jenderal tak membalas? Sungguh, Jenderal orang yang merdeka. Ia tak mau diatur oleh siapa pun, termasuk timnya. Sang Jenderal merdeka. Pun dalam debat kedua yang dijadikan ajang hinaan baginya. 

Konyol sih, lawannya menghina dengan memuntahkan kabar dusta. Sungguh memalukan bagi yang punya akal sehat. 

"Jenderal tidak menyerang, juga tidak membalas," ungkap salah satu orang dekat sang Jenderal, "sebab saat mendengar khutbah/ceramah pun, dengan mudah hatinya luluh, menangis. Terharu."

Itulah sisi-sisi manusiawi Sang Jenderal yang dekat dengan kebaikan. Baginya, kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Biarkan baju dan hatinya koyak, demi tegak tingginya marwah Bangsa. Bukankah tak membalasnya sang Jenderal menjadi bantahan telak atas tuduhan tokoh berkumis beberapa bulan lalu? 

Tokoh yang mengaku dekat Imam Besar itu, yang kemudian memutuskan bergabung dengan penguasa pernah membuat tulisan bahwa Sang Jenderal menggebrak meja di forum para ulama.

Ah, sayang betul ya, mereka gak paham dengan sibuk menyatakan kekalahan sang Jenderal saat debat kedua. Padahal dalam semalam itu, Sang Jenderal sudah memenangkan dua laga.

Pecinta Keluarga Sejati
Pirman 


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.