Konversi Cerdas Sandi, Pembatalan Konser Berbuah Berkah Haul

- Maret 11, 2019


Malam hari menjelang awal pekan ke-2 di bulan Maret ini mendadak sibuk karena ulah para sutradara. Sayangnya, mereka amatir. Semua skenarionya gagal, Sandi malah berhasil mengkonversi serangan mereka menjadi pukulan balik di akhir pertandingan.




Alhasil, awal pekan yang seharusnya membuat mereka tersenyum justru melahirkan manyun. Sebabnya jelas, sutradara keliru lagi, pemodal kecewa lagi, sang boneka terancam tak terpilih lagi. Siap-siap tahlilan berduka, 7 hari.




Sedianya, Sandi bertolak menuju Surabaya dari Bandung, Jawa Barat. Tapi kabar buruk masuk lebih dulu sehingga rencana dibatalkan.

Laporan dari Surabaya masuk. Bertubi-tubi. Lagi-lagi, jangan cari di televisi. Tidak akan dijumpai, kecuali seuprit. 




Di Surabaya, konser Dewa 19 Tribute to Ahmad Dhani dibatalkan. Alasannya, ada izin keramaian yang belum diurus. Padahal, dua izin konser dan kedatangan cawapres Sandi sudah distempel. Di surat itu juga ditulis: Sandi akan bernyanyi, bukan berkampanye.

Dari lokasi konser, 1500 peserta berteriak kecewa. Kata mereka, "Ganti Presiden." Mereka marah? Iya. Mereka kecewa? Pasti.




Apalagi mereka bayar sendiri. Bukan pasukan nasi bungkus yang kabur kalau hujan turun.

Tapi mereka bukan banteng. Maka mereka pulang dengan tertib, damai, dan santun. Tak ada satu pun kaca yang pecah, disentuh aja tidak.




Tapi konyol. Aparat berseragam cokelat menyertakan anjing. Maaf saya terpaksa ketik anjing. Saya gak biasa, tapi harus ditulis. Anjing pelacak. Dibawa masuk. Berkeliling di dalam gedung yang sedianya digunakan untuk konser.

Kok saya tahu? Makanya beli kuota. Agar gak gagal paham membaca isu. Saking konyolnya, netizen merekam sambil berkomentar, "Asu, Rek. Nggowo asu, Rek."




Mengapa aparat membawa anjing? Jangan tanya saya. Saya bukan aparat. Pikir aja sedikit. Mosok gak paham.

Kabar itu lekas sampai ke Sandi. Sang cawapres diam sejenak, lalu menemukan solusi. Namanya aja cerdas. Beda dong dengan lelaki berkemeja putih yang diam di tengah omongan karena bingung, gagap, atau panik? Saya gak bisa jawab. 




Keramaian kedua terjadi di Martapura, lokasi haul Abah Guru Sekumpul. Parah. Serius. Pesawat Prabowo dilarang mendarat oleh otoritas. Padahal, Prabowo dan Abah Guru pernah kenal dan bertemu serta punya ikatan persaudaraan sesema anak bangsa.

Buntut dari pelarangan mendarat kepada pesawat Prabowo, masyarakat yang sudah menunggu sang jenderal tak terima. Spanduk non-02 yang dipasang di pinggir jalan dan melanggar karena di dekat bandara pun dicopoti. Berani ya? Lah buat apa takut kalau berada di pihak yang benar.




Membaca semua situasi tak menyenangkan itu, Sandi tersenyum. Berpikir sejenak untuk mengabil solusi terbaik. 

Tahu-tahu, Sandi merilis video dirinya sudah sampai di Bandara Banjarmasin. Pria Kalem dan Santun ini disambut bak tamu agung sejak di Bandara. Lalu diantar ke lokasi Haul Abah Guru Sekumpul.




Keren ya? Dua kali dihajar, Sandi menyerang balik dengan sangat jitu.

Kok Sandi gak dilarang masuk? Sandi cerdas. Dia menggunakan penerbangan umum. Jadi santai saja. Dia hadir sebagai ummat Islam yang rindu perasatuan dan anak bangsa yang rindu Indonesia Adil dan makmur.





Di dalam perjalanan menuju lokasi Haul Abah Guru Sekumpul, Sandi merilis sebuah video untuk menenangkan 1500 masyarakat Surabaya.

"Saya sangat kecewa," kata Sandi, "tapi mari hadapi semua ini dengan senyuman."




Sesampainya di lokasi haul, Sandi dielu-elukan bak pahlawan. Emang pahlawan sih. Kan berhasil mempekerjakan ribuan karyawan dan membina banyak pelaku UMKM serta generasi millenials di berbagai penjuru negeri. 

Sandi berjalan santai. Menyalami jamaah laki-laki dan membalas lambaian tangan jamaah perempuan. Asyik bener lihatnya. Adem. Tak ada aura dendam apalagi gaya-gayaan menaikkan lengan baju beberapa senti. 




Kemudian Sandi masuk ke dalam ruangan khusus yang sudah disiapkan. Di sana, Sandi hanyut dalam nuansa dzikir bersama dua juta ummat Islam dari berbagai penjuru dunia.




Oya, sebelum masuk, Sandi sempat menyampaikan pernyataan bahwa dirinya sangat mendukung ukhuwah Islamiyah. Apalagi saat dua juta masyarakat berkumpul, ekonomi pun bergerak dengan sehat. 




Terakhir, para Gendruwo akhirnya kabur. Lari tunggang langgang. Sebabnya, Sandi khusyuk mengucap kalimat tahlil sampai-sampai badan dan kepalanya ikut bergerak. Syahdu. Khusyuk.

"Laa ilaha illallah... Laa ilaha illallah... Laa ilaha illallah..." ucap Sandi bersama dua juta ummat Islam. 

Pirman
Pecinta Keluarga Sejati


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737 (Telegram)



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search