Saatnya Perempuan Menjadi Influencer Kebaikan

- Maret 07, 2019


Kelas perdana dari School of Women Influencer (SWI) resmi dilaksanakan pada hari Sabtu (02/03). Kelas perdana ini dilaksanakan di Aula Perpustakaan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. SWI yang merupakan salah satu program dari Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Bandung Raya, pada pertemuan perdana ini dihadiri oleh 93 orang peserta yang siap menjalani perkuliahan selama tiga bulan dan siap menjadi influencer perempuan.

Pertemuan perdana kali ini diisi oleh Keynote Speech yang disampaikan oleh Indra Fitriyana selaku Ketua FSLDK Bandung Raya sekaligus sebagai Kepala Sekolah SWI. Dilanjut dengan School of Women Influencer Prologue yang disampaikan oleh Amanda Rahmalia Syafitri, S.Ars selaku ketua Kemuslimahan FSLDK Bandung Raya dan juga Wakil Kepala Sekolah SWI, dan ditutup dengan penyampaian materi Marketing Syiar Dakwah oleh Yogi Gustaman,S.T selaku trainer Digital Marketing.

“SWI adalah School of Women Influencer. Sebuah platform sekolah perempuan non-formal yang mengkompilasi materi-materi tematik dan berkesinambungan terkait keislaman, kemuslimahan, serta influencing skills menjadii perkuliahan singkat yang dilakukan selama kuramg lebih tiga bulan. Asal Program Great Muslimah Trainer (GMT) yang dikemas begitu ciamik begitu cocok untuk perempuan masa kini,” tutur Indra.

“Dakwah itu bukan cuma kerjaan orang-orang di atas mimbar. Esensi dakwah itu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran, jadi siapapun bisa mengajak dan menginfluence orang lain untuk menyuarakan kebenaran, termasuk perempuan. Sudah saatnya kita jadikan potensi media sosial sebagai lading amal meraih Jannah-Nya kelak,”ujar Ketua Kemuslimahan FSLDK Baraya, Amanda Rahmalia Syafitri.

Menjadi penebar manfaat dan berpengaruh pastinya membutuhkan ilmu, oleh karena itu SWI mengawali perkuliahan dengan memperkenalkan kontinuitas update status online sebagai langkah pertama. “Pastikan semua potensi yang kita punya sebagai aset untuk terus bermanfaat, termasuk media sosial kita. Udah dipakai apa saja medsos kita selama ini? Sering _update_ nggak? Pastikan kita buat dan _update_ status! Jangan Cuma jadi _followers_ aja!,” begitulah seruan Yogi kepada peserta SWI agar aktif memposting konten yang bermanfaat di media sosial.

“Setelah ikut kelas perdana SWI ini saya merasa senang, bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus belajar dan ketika mendapat materi ‘oooh’ moment jadi semakin tersadarkan masih harus banyak belajar dan ktika dapat ‘wow’ moment saat tau (tentang) penugasan-penugasan merasa harus lebih kuat lagi menantang diri agar lebih baik, untuk bisa berkontribusi dalam kebaikan. Dan terpenting lagi, bisa bersua dengan sahabat-sahabat LDK se-Bandung Raya,” ujar Eli salah satu peserta SWI dari UPI Bandung. [Indra]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search