Soal Politik Identitas, Ini Jawaban Cerdas Ustadz Bachtiar Nasir

- April 08, 2019

Menanggapi komentar segelintir oknum yang menyebut kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK sebagai politik identitas, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan penjelasan yang cerdas.

"Bukan kampanye politik identitas, tepatnya kampanye ala kearifan lokal, kearifan Indonesia yang majemuk ini. Selama ini kampanye selalu diidentikkan dengan hura-hura, joget joget, bukan hal2-hal yang sifatnya kearifan lokal." kata UBN kepada Tarbawia melalui pesan suara, Senin (8/4/19) pagi.

UBN yang hadir dan merasakan aura GBK menceritakan fenomena keberagaman dan toleransi antar ummat beragama dalam kampanye akbar paslon nomor urut 02 ini.

"Suasanya luar biasa beragam. Bukan cuma muslim yang datang, tapi juga non muslim. Ketika Muslim shalat Subuh, non muslim juga berdoa menurut keyakinannya. Non Muslim yang tidak shalat seperti kami juga menghargai dan penuh toleransi." lanjut Ustadz Bachtiar.

Meski mayoritas Muslim hadir dalam kampanye, lanjut UBN, tidak ada caci maki dan celaan kepada non muslim yang hadir.

"Kami tidak menghujat saudara-saudara yang tidak melakukan ibadah seperti yang kami lakukan. Tokoh-tokoh non Muslim juga banyak hadir." terangnya.

Selain perlakuan baik kepada non muslim sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara, UBN juga mengungkap adanya fakta nasionalisme tak terbantahkan dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi yang dihadiri jutaan masyarakat ini.

"Bendera merah putih begitu sangat dominan, bendera paling besar dan tidak ada bendera yang lebih besar dari bendera merah putih. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan dengan khidmat, dan orasi kebangsaan yang sangat kental dengan nilai kebangsaan diungkapkan bahkan diekspresikan dengan sangat cerdas." tegas UBN. [Tarbawia]


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737 (Telegram)
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search