9 Alasan Film Hayya Perlu Ditonton

- September 23, 2019


9 Alasan Film Hayya Perlu Ditonton
Oleh: Yons Achmad
(Kolumnis, tinggal di Depok)

Film Hayya perlu ditonton? Bolehlah. Beragam alasan bisa kita ajukan kenapa film itu perlu ditonton. Beragam alasan bisa diutarakan, mulai dari yang ideologis sampai alasan taktis. Tapi bagi saya, setidaknya ada 9 alasan kenapa film itu perlu ditonton.

Kesembilan, apresiasi kepada penulis. Konon film itu diangkat dari novel berjudul sama “Hayya”, penulisnya Helvy Tiana Rosa, sastrawan dan pendiri Forum Lingkar Pena (FLP).  Karya tokoh ini tak perlu didiskusikan,  biasanya sih bagus.  Begitu juga Benny Arnas,  penulis produktif yang juga penulis novelnya. Banyak karya yang  sudah ditulis Benny, saya termasuk pembaca bukunya. Imajinasinya kadang rada nakal sih, tapi tak pernah dia jelek-jelekin agamanya sendiri.  Saya kenal dia walau mungkin dia nggak kenal saya he he.  Jadi sebagai wujud apresiasi , bolehlah film itu ditonton.

Kedelapan, apresiasi dakwah kultural (kebudayaan).  Tak banyak mereka yang mau bersusah payah diranah dakwah kultural (kebudayaan). Terutama di dunia perfilman. So, ketika ada yang serius bergerak diranah itu, benar-benar demi dakwah, bukan malah jelek-jelekin komunitas muslim atau agamanya sendiri, ya perlu lah ditengok sebentar di bioskop.

Ketujuh, temanya kemanusiaan. Karena temanya kemanusian, maka sepertinya mereka yang bukan muslim tetap boleh dan perlu tonton film ini. Kenapa? Namanya juga tema kemanusiaan,  berlaku untuk siapa saja asal mereka manusia.

Keenam, mengakrabkan Indonesia-Palestina.  Hubungan politik maupun kewarganegaraan antar keduanya saat ini terbilang cukup dekat. Lihat saja, apapun demo yang dilakukan umat Islam di Indonesia  bendera Palestina selalu ada. Tapi tentu itu soal lain. Dengan hadirnya film Hayya, ya setidaknya menjadi  momentum kedua negara untuk kembali saling berdialog, mendekatkan diri dalam kerjasama untuk kebaikan. Bagaimanapun juga Palestina itu negara yang pertama-kali mengakui kemerdekaan Indonesia.

Kelima, sadar akan Israel penjajah. Dengan menonton film ini setidaknya anak-anak muda menjadi sadar bagaimana penjajahan Israel kepada Palestina. Harapannya, tak ada lagi misalnya seorang muslim puja-puji Israel setelah dikasih beasiswa atau kunjungan gratis ke sana. Singkat kata, film ideologis begini perlu disimak.

Keempat, ramah keluarga. Artinya, film ini aman dintonton ayah bunda beserta anak-anaknya. Daripada anak-anak menonton tayangan yang tidak jelas, maka film ini bisa menjadi alternatif bagi keluarga muslim di Indonesia mengisi ruang hiburan edukatif

Ketiga, hiburan kaum milenial. Sejak “tren” hijrah muncul banyak generasi milenial langsung berubah drastis. Baik dari pemikiran, perilaku, pakaian sampai pilihan hiburan. Nah, bagi kaum milenial, generasi muda yang menginginkan pilihan tontonan aman dan penuh pesan moral kemanusiaan, maka film ini perlu ditengok.

Kedua, keuntungan film untuk donasi. Perlu dicontoh, sebagian keuntungan pada penjualan tiket film ini untuk donasi kemanusiaan, bahkan 100% keuntungan dari penjualan buku “Hayya” juga disumbangkan. Maka kalau kita cermati, “Hayya” yang dalam bahasa Arab berarti ajakan. Kalau di Indonesia bolehlah sepadan dengan kata “Ayo” , pegiat film ini perlu dicontoh, tak melulu demi diri sendiri tapi hasilnya juga didonasikan. Sunguh mulia kan.

Pertama, ketemu jodoh. Anggaplah kedelapan alasan itu tak penting. Tapi, siapa tahu kamu ketemu jodohmu pas nonton film ini. Ya siapa tahu.  Iya kan (he he).  Bolehlah ini alasan utamanya.   Jangan lewatkan momentum tuh. Jadi, monggo ramai-ramai jagain film “Hayya”. Selamat menonton dan bahagia. []
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search