Jangan Ngaku-Ngaku, Jadi Santri itu Berat!

- Oktober 22, 2019


Jangan Ngaku-Ngaku, Jadi Santri itu Berat!

Saat ibtidaiyah dulu, saya belajar ke-NU-an. Bangga sekali bisa belajar sejarah juga langkah perjuangan organisasi yang lahir dari perkumpulan para ulama' ini. Dahulu.

Dalam rangkaian pembahasan itu, Ustadz memberitahukan bahwa 'Santri' itu terdiri dari 2 kata: San dan Tri. 

San merupakan singkatan dari insan (manusia). Dan tri bermakna tiga. Maksudnya, santri adalah sesosok manusia yang memiliki 3 kriteria: Islam, Iman, dan Ihsan. 

Islam artinya berserah diri kepada Allah untuk menyembah hanya kepada-Nya. Siapa yang berislam, Allah pasti menjamin bahwa dia selamat dunia dan akhirat. 

Baik atau buruknya keislaman seseorang ditentukan oleh sejauh mana komitmennya dalam menjalankan rukun Islam yang lima: dua kalimat syahadat, shalat lima waktu, zakat, puasa Ramadhan, dan haji. 

Semakin seseorang berkomitmen dalam menjalankan rukun Islam, maka keislamannya semakin baik. Begitu pula sebaliknya. 

Agar ukurannya mudah, gunakan salah satu paramater, misalnya shalat. Bagaimana shalat kita? Sudah lima waktu? Sudah rutin berjamaah di masjid? Sudah ditambah dengan shalat sunnah? Sudah menikmati? Sudah merasa kehilangan saat tertinggal? Atau masih abai, gak ngurus, dan suka-suka saja?

Bersamaan dengan kesungguhan menjalankan rukun Islam, seorang Muslim juga belajar dan menjadikan rukun iman sebagai inspirasi hidupnya. Inilah ruh yang akan membuat orang Islam berprestasi di dunia dan akhirat, menjadi manusia yang paling luas manfaatnya bagi sesama.

Iman kepada Allah
Iman kepada Malaikat
Iman kepada Kitab Allah
Iman kepada Nabi
Iman kepada Hari Kiamat
Iman kepada Taqdir baik dan Buruk

Ke-6 jenis iman ini merupakan software canggih yang akan membuat hardware badan kita bersungguh-sungguh menjadi manusia terbaik, meski nyatanya banyak kekurangan. Kesungguhan inilah yang akan dinilai, sebab manusia memang banyak salah.

Orang yang besar kepercayaannya kepada Allah, maka ia yakin tak ada yang mustahil bagi Allah. Alhasil, dia akan bersungguh-sungguh merayu Allah sebab saat Dia Berkehendak, semua bisa terjadi.

Apalagi dengan 5 software lain yang amat berguna dalam memengaruhi kesuksesan seseorang.

Sayangnya, ujiannya berat. Apalagi iman ini bersifat ghaib. Orang-orang yang masih dibatasi oleh indra kasar, susah menggapai kesempurnaan iman padahal indra kasar, sejatinya diciptakan agar iman makin menebal di dinding hati dan pikiran kita. 

Penyempurna dari islam dan iman adalah ihsan. Ihsan itu, gampangnya, ketika kita melakukan sesuatu sebaik-baiknya karena ada yang mengawasi. Siapa? Allah Ta'ala. Meski kita tak bisa melihat pengawasan Allah, maka yakinilah bahwa Allah Maha Melihat. 

Artinya, kita tak bisa berpura-pura atau pencitraan sebab tak ada satu pun yang luput dari Pengawasan-Nya. Dan Allah akan memperhitungkan semuanya, kelak di akhirat, dengan hisab yang amat rinci dan dahsyat.

Maka sahabat, jadi santri itu tidak mudah. Tapi bukan pula hal yang mustahil. Cukuplah tujuan kita menjadi Hamba Allah yang shalih dan menshalihkan. Karena itulah hakikat santri, saat keshalihan merata ke semua aspek kehidupan, bukan dinikmati sendiri.

Selamat Hari Santri, yang diusulkan oleh Doktor Hidayat Nur Wahid, yang terinpirasi dari Resolusi Jihad oleh Mbah Hasyim Asyhari dalam mengusir penjajah. 

Tetaplah menggunakan nalar. Sebab penjajah masih ada. Hanya berubah bentuk dan cara menjajah. []
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search