Rumah konsep pesanstren

Pakar Psikologi Ungkap Analisis Mencemaskan di Balik Kejahatan Reynhard

- Januari 09, 2020


REYNHARD

Apa yang dapat Anda katakan dan simpulkan dari seorang laki-laki 36 tahun yang hidup sepenuhnya ditopang secara finansial oleh kedua orangtuanya yang kaya raya?

Ia hanya perlu belajar, belajar, dan belajar. Ia tak perlu mencari nafkah,  menghadapi kesulitan hidup, atau menghadapi masalah. Ia mungkin jago problem solving untuk soal-soal di atas kertas. Tapi akan begitu keteteran untuk solution making dan decision making di kehidupan nyata.

Seorang Reynhard tak pelak lagi adalah seseorang dengan academic capability yang hebat. Terbukti bahwa dia sedang mengambil program doktoral di Manchester. Tapi apakah dia adalah seorang intelektual? Dalam perspektif Islam: ia mungkin mampu berpikir, tapi belum tentu telah berakal (aqil)!!!

Ah... dengan perspektif cemas aku jadi ingat percakapan dengan beberapa rekan dosen dari sebuah kampus prestisius di Bandung:

"Bang, mahasiswa S-3 kami di usia 27 tahun belum aqil, Bang. Hidup mereka kebanyakan 100% ditopang orangtua. Kemandirian belum punya. Dan mudah putus asa."

Dan aku menjadi setengah panik ketika terngiang prediksi seorang teman dari BKKBN Jogja, tepat 29 Juni 2018 silam:

"Tahu nggak Bang, bahwa di tahun 2035 kami perkirakan kedewasaan mental (aqil) baru terjadi di usia 30."

Duh... 

Karena masalahnya tak sesederhana itu. Karena bersamaan dengan melambatnya aqil, kedewasaan fisik (baligh) justru semakin cepat. Teman-teman dokter bilang :

"Bang, ini era early puberty. Anak kita sudah mulai baligh di usia 9 tahun. Nafsunya mulai bergejolak di usia itu."

Astaghfirullah... Gas nafsu (baligh) teraktivasi makin cepat, justru ketika rem akal (aqil) teraktivasi semakin lambat. Nafsu, yang terdiri dari syahwat (eros) dan ghadhab (thanatos) membuncah dini justru saat fungsi akal tumbuh melambat.

Aku jadi teringat pernyataan Kohlberg maupun Piaget: Moralitas berkorelasi positif signifikan dengan intelektualitas (aqil).

Dan Robert Eipstein ngamuk-ngamuk di The Psychology Today: "Kita menghasilkan generasi sampah (trashing teen). Melakukan pembocahan (infantilization). Dan Memperpanjang masa kanak (extended childhood)."

Dan Reynhard telah menjadi produk sempurna dari generasi adolescence yang baru muncul sejak awal abad 20 ini. Memperkosa adalah paduan sempurna dari life instinct dan death instinct sekaligus.

Tapi ada yang lebih aku cemaskan: bahwa pendidikan kita sedang menyiapkan generasi baligh non aqil ini. Anak-anak kita dituntut fokus belajar, sehingga tak perlu memikirkan masalah, mencari nafkah, memasak, mencuci pakaian sendiri, berjuang mengatasi hidup.

Apakah kita sedang menanti Reynhard-Reynhard baru???

Batu, 8 Januari 2020
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search