Ketum PPI Malaysia Bahas Kepemimpinan Dakwah Kampus di Forum Grub Discussion Muktamar III PP LIDMI

- Februari 22, 2020



MAKASSAR – Disela-sela pelaksanaan Muktamar III Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP LIDMI) mengadakan Forum Grup Discussion membahas Strategi Dakwah Kampus, yang dihadiri oleh seluruh kader Kampus se-Indonesia, bertempat di Gedung BPSDM pada Jumat malam, (21/02/2020).

Tampil sebagai pembicara Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia 2018, Muhammad Ammar Naufal, dengan materi Kepemimpinan Dakwah Kampus.

Diawal Materi, Ammar sapaan akrabnya membahas tentang efisiensi waktu, agar lebih bijak membahas hal yang urgen saja.

"Terkadang kita selalu membahas hal-hal sepele, lalu kita permasalahkan sampai dua jam. Ini membuang waktu, padahal ada hal yg lebih penting," pungkasnya.

Menurutnya, generasi milenial adalah generasi yang potensi untuk diberi kepercayaan terhadap suatu hal dengan cukup sekedar memberi arahan tanpa mengawasi.



"Generasi milenial lebih inovatif dan cerdas, hanya butuh pengarahan yang general maka mereka akan menyelesaikan, nah ini yang harus di perhatikan oleh pemimpin. Hanya saja, generasi milenial adalah generasi yang tidak boleh diawasi. Mereka tidak suka diawasi, cukup beri mereka kepercayaan," lanjutnya.

Selain itu, Mahasiswa Program Doktor ini menegaskan peran pemimpin adalah sebagai figur yang bisa dijadikan pedoman oleh anggota.

"Pemimpin itu tugasnya sebagai contoh, bukan hanya duduk memerintah. Karena anggota butuh contoh," sambungnya.

Diakhir materi, Ia berpesan kepada peserta agar selalu memberi penghargaan pada setiap hasil kerja anggota.

"Memberi apresiasi terhadap hasil kerja itu penting, sekalipun hanya sekedar jempol atau ungkapan Masya Allah. Itu sangat berharga dan akan membangkitkan semangat untuk lebih baik lagi," tutupnya.

"Generasi milenial lebih inovatif dan cerdas, hanya butuh pengarahan yang general maka mereka akan menyelesaikan, nah ini yang harus di perhatikan oleh pemimpin. Hanya saja, generasi milenial adalah generasi yang tidak boleh diawasi. Mereka tidak suka diawasi, cukup beri mereka kepercayaan," lanjutnya.

Selain itu, Mahasiswa Program Doktor ini menegaskan peran pemimpin adalah sebagai figur yang bisa dijadikan pedoman oleh anggota.

"Pemimpin itu tugasnya sebagai contoh, bukan hanya duduk memerintah. Karna anggota butuh contoh," sambungnya.

"Memberi apresiasi terhadap hasil kerja itu penting, sekalipun hanya sekedar jempol atau ungkapan Masya Allah. Itu sangat berharga dan akan membangkitkan semangat untuk lebih baik lagi," pungkasnya. []
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search