Rumah konsep pesanstren

Bertaruh Bahaya Demi Membina Masyarakat

- Februari 16, 2021


Tarbawia.net -- Usai berjibaku menaklukan medan yang berat dengan beralih dari angkutan pedesaan ke menumpang penduduk selama empat tahun di Hulu Sungai Tengah, ajuan pindah daerah binaan Khairunnisa sebagai Penyuluh Agama disetujui.

Sayangnya, Nisa tak benar-benar bisa bernapas lega tanpa adanya tantangan dalam memberikan penyuluhan. Pindah daerah binaan ke Banjarmasin Selatan rupanya membuat wanita bergelar sarjana agama ini mencicipi tantangan lain: bahaya dari warga binaan.

"Daerah binaan di Banjarmasin Selatan berdekatan. Tapi ada beberapa daerah yang rawan, terkenal sebagai daerah yang ada penjahatnya," ungkap Nisa yang sebelumnya bertugas sebagai Penyuluh Agama Islam di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan kepada Bimas Islam, Selasa (16/2/21).

Daerah binaan Nisa ini masyhur dengan tipikal masyarakat yang belum tersentuh nilai agama. Namun, wanita ini tak pernah sedikit pun mengendorkan semangatnya.

"Ada satu wilayah berupa gang yang banyak peminum minuman keras dan pengguna narkoba. Ada juga sepanjang gang yang banyak peminta-pemintanya. Menjadi pengemis adalah profesinya," tambah Nisa menuturkan.

Pernah suatu hari dari lima tahun yang dijalani Nisa untuk mengabdikan diri di Banjarmasin Selatan, ada kegiatan pembinaan yang disebutnya seperti mengunjungi ujung dunia.

"Kita mengadakan binaan bersama 30-an Penyuluh Agama Honorer ke Desa Bantuil. Tempatnya seperti di ujung dunia. Kita naik motor, dilanjutkan naik perahu, dan menyeberang melalui jembatan kecil. Motor yang kita bawa gak bisa ikut naik, tapi dititipkan," ungkapnya, antusias.

Khusus untuk warga binaan dari kalangan pengemis, Nisa memiliki cara kreatif. Sebab sukar mengajak para orang tua, Nisa berupaya mengajak anak-anak peminta-minta itu untuk merasakan kebaikan.

"Kita juga mengadakan penyuluhan untuk pengemis. Tapi mereka gak mau dikumpulkan kalau gak dapat duit. Sehingga kita bina anak-anak pengemis itu. Saya bawakan alat tulis dan buku iqro'. Saya sediakan buku, pulpen, dan lainnya," pungkas Nisa yang mengaku mengagumi Buya Hamka ini.

Kini, Nisa bertugas di Banjarmasin Timur. Pengalamannya di Hulu Sungai Tengah dan Banjarmasin Selatan adalah hikmah bahwa perjuangan memang mustahil dilalui tanpa tantangan. [Pirman]

Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search