Diremehkan Kubu Petahana, Ini Pendapat Ahli Soal Efektivitas Dukungan Ijtima' Ulama



Kubu pendukung pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin menyampaikan pernyataan-pernyataan bernada meremehkan terhadap dukungan Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.




Komentar tersebut, diantaranya disampaikan oleh KH Ma'ruf Amin yang merupakan bacawapres pendamping Jokowi dan Moeldoko yang merupakan Wakil Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.

Kiyai Ma'ruf menyatakan bahwa dirinya juga mendapatkan dukungan dari ratusan ulama lain. Bahkan ulama-ulama yang mendukungnya adalah ulama yang dia sebut sebagai ulama sebenanrnya, alim, dan penuh kharisma.

Kiyai Ma'ruf kemudian menyebutkan satu nama kiyai dari Banten yang menurutnya bisa mengalahkan semua ulama selainnya.

Sedangkan Moeldoko yang mantan Jenderal menyatakan bahwa kubunya telah menghitung kekuatan ulama yang mendukung Prabowo-Sandi. Dukungan Ijitima', menurutnya bersifat kecil dan tidak signfikan dalam menggerus suara Jokowi-Ma'ruf.




Pendapat LSI


Pada tempat yang berbeda, Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Rully Akbar menyampaikan pendapatnya terkait dukungan Ijtima’ Ulama II. Menurutnya, dukungan tersebut berpengaruh mengubah suara umat Islam pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Hasil Ijtima' Ulama II, menurutnya, mampu meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

"Endorsment dari Ijtima' Ulama ini kan kuat. Ulama ini kan mewakili pemilih Muslim, di mana kita tahu sendiri pemilih Muslim merupakan yang terbesar," kata Rully seperti dilansir Republika, Senin (17/9/18).

Rully juga menampik adanya isu perpecahan. Menurutnya, ke depan tergantung bagaimana kekuatan endorse dari masing-masing ulama kepada jagoan yang didukungnya. [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.