Siapa Dalang Persekusi? Ini Pengakuan Blak-Blakan Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad bersama Keluarga Istana Sultan Kadriah, Pontianak, Kalbar, Senin (10/9/18) (ilustrasi)



Ustadz Abdul Somad Lc MA akhirnya bersuara. Secara blak-blakan, Ustadz Abdul Somad menyebutkan berbagai penghadangan dan persekusi yang dilakukan terhadap dirinya dan panitia pengajian yang mengundang dirinya.




Mengejutkan, ternyata penghadangan tidak hanya terjadi satu kali dan melibatkan banyak oknum.

"Ketika itu Kudus, tiba-tiba batal. Panitia nutup-nutupi. Ternyata ada yang mengganggu. Kemudian Grobogan. Katanya siap. Ternyata setelah acara, panitia ngaku (ada gangguan)," kata Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video pendek.

Gangguan di Grobogan, kata Ustadz Abdul Somad berupa penangakapan terhadap beberapa panitia oleh aparat keamanan. Belum diketahui, penangakapan untuk dimintai keterangan atau sebab lain.

"Tadi malam banyak yang mengganggu, ditangkap oleh Kapolres, Kapolsek." lanjut Ustadz Somad menirukan pengakuan panitia.

Dengan adanya berbagai gangguan, Ustadz Somad mengaku iba kepada panitia yang berniat baik, berjuang susah payah mengatur ribuan jamaah, tetapi juga menghadapi banyak rintangan bahkan penangkapan.




"Kan susah sekali itu panitia. Padahal acaranya cuma haul. Kita bicarakan gimana kematian, kirim doa, yasinan, tahlilan," tegas lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.

Menyusul penghadangan di Kudus dan Grobogan, pengajian di Semarang pun mengalami hal serupa. Ustadz Somad dan tim dakwahnya mengaku terkejut dengan hadirnya ribuan anggota dari TNI, Kepolisian, Pemuda Pancasila dan FPI yang menyambut dan mengawalnya.

"Lalu Semarang. Katanya oke. Ternyata begitu sampai di airport, bapak-bapak dari TNI, Polisi, Pemuda Pancasila, FPI (menyambut dan mengawal). Kita banyak terima kasih. Tapi kita ke sana kan mau ngaji, bukan mau perang." tegasnya.

Terakhir, di Jepara, pihak panitia sudah didatangi pihak keamanan dari unsur TNI sebelum acara dilangsungkan.

"Ditambah lagi Jepara. Tentara sudah datang. Laa Ilaha Illallah, Muhammadan Rasulullah." tegas Ustadz Somad.




Ademkan Suasana


Empat rangkaian penolakan di Jawa Tengah itulah yang melatarbelakangi Ustadz Abdul Somad membatalkan undangan ceramah. Sang Ustadz memutuskan menunda kehadiran di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta pada bulan September, Oktober, November dan Desember 2018.

"Calling down dulu." tuturnya.

Alasan lainnya, Ustadz Somad mengakui adanya pengaruh dari kondisi terhadap dirinya saat berceramah. Ketika tidak kondusif, Ustadz Somad khawatir terbawa emosi sehingga terprovokasi.

"Kita maunya datang nyaman, damai, tenang. Karena itu (penolakan, penghadangan, persekusi) berpengaruh bagi kita yang berceramah. Nanti bawaan kita di atas itu, mari berperang." katanya mencontohkan.

Ustadz Somad menegaskan bahwa dirinya hanya menyampaikan berbagai hukum agama Islam, bukan ajakan revolusi atau mengganggu keamanan.

"Bukan cerita masalah revolusi, masalah politik. Gak ada itu." pungkasnya. [Tarbawia]


Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.