Banjir Tangis, Begini Akhir Tragis Penghadang Habib Bahar




Habib Bahar bersama Habib Hanif dihadang di Bandara Manado, Sulawesi Utara. Habib Bahar akan menghadiri haul ayahnya, Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith.




Para pelaku penghadang berhasil menembus area bandara bahkan membawa senjata tajam. Padahal, acara haul yang akan dihadiri Habib Bahar dan Habib Muhammad Hanif juga untuk mendoakan korban bencana Palu dan Donggala.

Suasana sempat mencekam. Bahkan dikabarkan siaga 1 ketika dua massa saling mendatangi bandara. Namun tragedi yang amat disayangkan ini sudah berakhir setelah laskar FPI mendatangi oknum yang diduga sebagai salah satu pelaku penghadangan.

Terlihat dalam video singkat yang dikirimkan kepada Tarbawia, seorang laki-laki berkaos hitam menunduk saat bersalaman. Ia bersalaman, mengelilingi semua yang hadir saat mediasai.

Rambutnya gondrong. Ia terdengar menangis bahkan beberapa kali berusaha sujud di kaki para laskar.

"Gak usah sujud." kata para laskar.

Respons KH Muhammad Arifin Ilham



Pemimpin sekaligus pendiri Majlis Az-Zikra, KH Muhammad Arifin Ilham merespons dengan tegas terkait kejadian penghadangan Habib Bahar dan Habib Hanif di Manado, Senin (15/10/18).




"Kalau keadilan sudah hilang, hukum sudah lumpuh, demi Allah ghiroh imanku semakin menyala. Satu ulama'ku dibunuh, Aku pimpin jihad." kata Arifin melalui akun fesbuk resminya, Selasa (16/10/18).

Arifin merasa perlu bahkan wajib menyampaikan sikap ini mengingat kejadian penghadangan kepada para ulama sudah terulang berkali-kali.

"Wajib kusampaikan karena berulang dan berulang lagi. Wajib kusampaikan karena cintaku pada ulama'ku." lanjutnya.

Arifin juga tidak sedang menunjukkan arogansi, melainkan memberi bukti bahwa sikapnya ini merupakan bentuk kecintaan kepada bangsa Indonesia.

"Wajib kusampaikan karena cinta dan rinduku pada NKRI yang adil, makmur, dan rakyat sejahtera ." pungkasnya. [Tarbawia]


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.