Diterpa Hoax Jahat, Ini Klarifikasi Ustadz Bachtiar Nasir

- Maret 06, 2019

Hoax jahat ditembakkan kepada mantan Ketua GNPF MUI, KH Bachtiar Nasir atau yang kerap disapa UBN.




Hoax tersebut viral di berbagai media sosial sejak kemarin sore, Selasa (5/3/19). Dalam hoax tersebut, UBN diadu dengan UYM. Na'udzubillah.

"Hoax." kata UBN menyampaikan klarifikasi kepada Tarbawia, Rabu (6/3/19) pagi. 

Pemimpin AQL Islamic Center ini juga mengaku tak tahu dari mana asalnya tulisan hoax tersebut.

"Ini karangan siapa ya? Saya tidak pernah tulis seperti itu." lanjut UBN.

Sebelumnya beredar tulisan yang mengatasnamakan UYM dan UBN terkait pilpres 2019. Berikut tulisan hoax tersebut.






PERNYATAAN UST. YUSUF MANSUR INI MENYEJUKAN, NAMUN DIBALAS OLEH UST. BACHTIAR NASIR DENGAN PERNYATAAN LEBIH MENYEJUKAN DAN AKAL SEHAT.



Oleh: Ustadz Yusuf Mansur



Apakah dengan mendukung Jokowi – Ma’ruf Amin berarti saya berlawanan dengan umat Islam? Tentu tidak. Mungkin berlawanan dengan pendukung paslon lain saja. 😊
Apakah dengan mendukung Jokowi Ma’ruf Amin berarti kita tidak patuh pada ulama? Tentu tidak. Mungkin tidak patuh pada tokoh tertentu yang tidak suka kepada atau tidak mendukung Pak Jokowi saja. 😊



Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin berarti Anda mendukung LGBT atau Penistaan Agama? Tentu tidak. Mungkin itu cara pihak tertentu saja yang membuat pilpres ini jadi seolah hitam-putih. Benar-salah. Surga-Neraka. 😊



Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin kita otomatis menjadi dungu dan tidak sehat akalnya? Tentu tidak. Kalau ada yang bilang begitu, cukup tersenyum saja. Senyum kepada orang yang memakimu adalah tanda akal yang bijaksana. 😊






Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin berarti kita zalim, tidak beriman, tidak taat pada al-Quran atau sunnah, bahkan kafir dan terancam masuk neraka? Tentu tidak. Tenang saja, sejauh ini masih tugas malaikat menentukan dan mencatat mana yang baik dan mana yang buruk, kan? Selama masih dihakimi manusia, senyumin aja, doakan semoga yang bilang demikian mendapatkan limpahan rahmat dan keberkahan. Itu cukup. 😊



Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin kita otomatis hina dan tak layak menjadi manusia? Tentu tidak. Tapi tak apa, kita belajar saja bagaimana menjadi manusia yang baik dan ummat yang baik. Apa kata orang, tak berpengaruh pada kualitas diri kita yang sebenarnya. 😊



Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin berarti kita dibayar, pasukan nasi bungkus, penghamba kuasa, penjilat, dan segala yang buruk lainnya? Tentu tidak. Cukup Allah yang memberi rezeki, selama kita tidak meminta apapun dari mereka yang mencaci, kita tak rugi apapun juga. 😊



Apakah dengan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin kita menjadi takut dan surut?



Kawan, tegakkan badanmu, angkat dagumu, berdirilah. Katakan apa yang kau yakini. Ungkapkan apa yang menjadi pilihan hati. Tak usah ragu. Tak usah takut. Tak usah ciut. Kau tak salah apapun juga. Kau berhak dan berdaulat atas pilihanmu sendiri. 😊






Terpenting: Kau tak sendiri, Kawan. Ada kami di sini! πŸ’ͺ🏼



Kepada agama kita taat, kepada ulama kita hormat. Teruslah berbuat baik. Karena sekeras-kerasnya perjuangan adalah tak lelah mengerjakan kebajikan. Dan sehormat-hormatnya perlawanan adalah memeluk mereka yang membencimu dengan pemaafan dan kasih sayang. πŸ™



Jakarta, 21 Februari 2019



Untuk Saudaraku al_hafidz YUSUF MANSUR 



Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir



Apakah dengan mendukung Prabowo_Sandi berarti saya berlawanan dengan umat Islam? Tentu iya. Sebab pilpres ini hanya diikuti 2 paslon, saja. Sebagai mayoritas, umat Islam tentunya ada yang memilih selain Prabowo-Sandi. Itu tidak masalah saudaraku, lawan dalam demokrasi dan kontestasi itu keniscayaan, guna mematangkan demokrasi itu sendiri😊



Apakah dengan mendukung Prabowo-Sandi berarti kita patuh pada ulama? Tentu iya. Sebab, ulama yang ber ijtima' itu tulus. Bahkan ada komando HABIB RIZIEQ, dzurriat rasulullah yang terpaksa hijrah karena kekuasaan, di sana

Mungkin ada sebagian ulama' tertentu yang suka kepada atau mendukung Pak Jokowi. Itu biasa saja. Tetapi menurut baginda rasul ulama yang mendatangi istana itu tidak baik (suu')😊






Apakah dengan mendukung Prabowo-Sandi berarti Anda tidak mendukung LGBT atau Penistaan Agama? Tentu iya. Sebab jika kau mendukung pada pasangan sebelah, itu menyebabkan syiar LGBT yang bersimbul warna warni pelangi turut kau kibarkan. Kau lihatlah kita berbilang kali punya Pemilu tapi tidak seperti ini. Gaduh dan umat di belah di pecah. Sadarlah, itu cara pihak tertentu yang membuat pilpres ini jadi seolah hitam-putih. Benar-salah. Surga-Neraka. Tanyakan pada Ngadalin dan Farhat, kenapa bisa? 😊



Apakah dengan mendukung Prabowo _ Sandi kita otomatis menjadi tidak dungu dan sehat akalnya? Tentu iya. , woles ajah. Bahkan kita juga biasa menyertai dan membela UAS yang di persekusi, dikatakan radikal, anti Pancasila dan kebhinekaan. Juga membela Ust. Alfian T yang di penjara dan banyak aktivis lain yang mengalami perlakuan serupa, itu semuanya agar kita tidak ikut dungu. Kita jaga akal sehat di tengah upaya bonsai pikiran lewat media mainstream. Senyum kepada orang yang memakimu adalah tanda akal yang bijaksana. Tapi jika menyangkut aqidah yang prinsip, tegakkanlah dan tengadahkanlah wajah mu😊



Apakah dengan mendukung Prabowo _ Sandi berarti kita bisa menghindari kezaliman, mempertemukan iman, taat pada al-Quran dan sunnah, serta terhindar dari kufr ni'mah siksa neraka? Tentu iya, jika pilihan mu itu bisa menjadi wasilah tegaknya hukum dan li i'ilai kalimatillah. Tenang saja, sejauh ini masih tugas malaikat menentukan dan mencatat mana yang baik dan mana yang buruk, kan. Tentu catatan malaikat itu tidak berada dan bermula dari TABULA RASA. Ada nilai al_Qur'an dan sunnah yang menjadi ukuran, menjadi timbangan. Kita tahu pemimpin ingkar janji itu tak pantas di pilih lagi, sebab rasul membenci nifaq. Juga kita tahu mempersekusi ulama itu dzalim. Selama peganganmu al Qur'an dan sunnah, senyumin aja, doakan semoga saudaramu yang khilaf itu, yang terbelenggu lisan dan kalamnya karena urusan dunia mendapatkan limpahan rahmat dan keberkahan. Itu cukup. Semoga paytren juga baik2 saudaraku 😊






Apakah dengan mendukung Prabowo_ Sandi kita otomatis hina dan tak layak menjadi manusia? Tentu saja tidak. Meskipun beredar di Medsos seorang menteri negara tirai bambu, menuduh kita malas dan bodoh.Tapi tak apa, kita belajar saja bagaimana menjadi manusia yang baik dan ummat yang baik. Apa kata orang, tak berpengaruh pada kualitas diri kita yang sebenarnya. Terlebih kita meyakini, orang yang terbaik ialah yang paling bertaqwa😊



Apakah dengan mendukung Prabowo-Sandi berarti kita dibayar, pasukan nasi bungkus, penghamba kuasa, penjilat, dan segala yang buruk lainnya? Jelas tidak, itu diksi yang mereka tuduhkan ke kita sejak JASMEV merasa bisa berbuat sesukanya. Tetapi Cukup Allah yang memberi rezeki, selama kita tidak meminta apapun dari mereka yang mencaci, kita tak rugi apapun juga. Anis_Sandi telah merontokkan mantra dunia digital itu biidznillah😊



Apakah dengan mendukung Prabowo-Sandi kita menjadi takut dan surut?



Kawan, tegakkan badanmu, angkat dagumu, berdirilah. Katakan apa yang kau yakini. Ungkapkan apa yang menjadi pilihan hati. Tak usah ragu. Tak usah takut. Tak usah ciut. Kau tak salah apapun juga. Kau berhak dan berdaulat atas pilihanmu sendiri. 😊



Terpenting: Kau tak berjuang untuk dirimu sendiri, kita berupaya menyelamatkan generasi dan masa depan negeri ini. Tetua kita bilang: saat ini mirip aura nya dengan tahun 64 sebelum geger PKI.! Rapatkanlah shaf mu πŸ’ͺ🏼



Kepada agama kita taat, kepada ulama kita hormat. Teruslah berbuat baik. Karena sekeras-kerasnya perjuangan adalah tak lelah mengerjakan kebajikan. Dan sehormat-hormatnya perlawanan adalah memeluk mereka yang membencimu dengan pemaafan dan kasih sayang. πŸ™



INSYAA ALLOH 2019 PRABOWO presiden aamiiin yaa robb...


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737 (Telegram)



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search