Kampanye Mujur di Cianjur, Cebong Hilangkan #JanganDorongRakyat


Setelah mengajar ngaji para santri, saya cek grup WhatsApp keluarga. Adik saya yang ngefans Prabowo mendadak nyinyir. Kata dia: hati-hati kalau ketemu bapak ini, jangan dekati mobilnya.




Sebelumnya, dia mengunggah video Prabowo marah, memukul oknum di bawah, di samping mobilnya. Adik saya yang lain ikut berkomentar, "Kasar amat, Pak."



Mendapati kesalahpahaman itu, saya berusaha hadir untuk menjelaskan. Bukan penengah ya, tapi mendudukkan perkara karena haq dan bathil itu jelas, baik dan buruk itu benderang. Gak ada netral, apalagi jika hanya sok netral karena takut kehilangan penggemar.




Video yang viral itu, kejadiannya di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/3/19). Seperti biasa, ribuan masyarakat menyambut capres 02 ini dengan sangat antusias. 



Lagi-lagi saya ingatkan, jangan cari beritanya di televisi. Itu media yang sudah dibayar pakai uang rakyat. Alhasil, isinya seragam dan sesuai kepentingan. 




Cari di media sosial. Lihat yang banyak, dari berbagai sisi. Jangan hanya satu sisi. Harus berapa kali saya katakan: 01 tak akan cukup dan tak solutip untuk bangsa ini. Lihat dengan jernih, dari berbagai sudut kamera agar booming. 



Kisahnya, ada seorang anggota kemanan dari unsur kepolisian yang menghalau masyarakat. Entahlah, dia diperintah atau tidak sengaja. Ia menghalau masyarakat hingga ada yang terjatuh. Kabarnya, yang terjatuh emak-emak. 




Melihat rakyatnya jatuh, Prabowo tidak terima. Lah harga jatuh saja dia perjuangkan agar stabil, apalagi kalau yang jatuh rakyat? Sang Jenderal pun menatap tegas ke arah anggota keamanan yang berkerumun bersama rakyat biasa.



Tatapannya tegas. Lalu tangannya digerakkan sebagai bentuk penegasan. Menepuk petugas yang lakukan kesalahan.




Terlihat dalam video yang diambil dari sudut lain, jelas sekali terdengar suara Prabowo, "Jangan dorong rakyat." Suara Prabowo diikuti gempita rakyat yang menjawab, "Siap, Pak. Hidup Prabowo."





"Ah, itu mah ngeles aja."

Kalimat itu pasti muncul saat penjelasan disampaikan. Cara bacanya ada dua. 




Satu, capres 02 ngeles jika pihaknya yang menyampaikan klarifikasi dan framing yang berbeda dengan kejadian di lapangan. 

Jika kejadian 01 ini yg terjadi, maka Prabowo dan timnya ngeles. 




Faktanya, ada kejadian ke-2 yang menampilkan pernyataan petugas keamanan dari pihak kepolisian. Ia menyebutkan namanya, kemudian meminta maaf. 




Kepada siapa? Kepada masyarakat karena telah bertindak represif. Dan kepada Prabowo karena tindakannya itu membuat sang Jenderal dibully dengan senjata hoax dan framing. 



Sekarang, kembali kepada kita. Silakan lihat berbagai informasi, dan tentukan keputusan.

Sementara itu, di grup keluarga, diskusi langsung berubah arah. Kata adik saya yang awalnya memprotes Prabowo, "Oh gitu. Berarti video yang beredar itu editan cebong, kalimat Prabowo #JanganDorongRakyat dihilangkan."

Pirman
Pecinta Keluarga Sejati


Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:

Info Donasi/Iklan:

081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.