Penjelasan Tegas Ustadz Haikal Hassan Soal Ulama Pasti Oposisi

- Juli 31, 2019


Dai asal Betawi, Dr Haikal Hassan Baras menegaskan bahwa seorang ulama memiliki sejarah panjang sebagai oposisi terhadap sebuah rezim yang berkuasa. Ustadz yang masyhur dengan panggilan Babeh ini mengungkap fakta sejarahnya.
"Nabi Ibrahim oposisi terhadap Namrud. Nabi Musa oposisi terhadap Fir’aun. Nabi yang tidak oposisi sekaligus sebagai Raja adalah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Nabi ‘Isa oposisi terhadap Yudas. Semuanya. Nabi Muhamad lengkap; 13 tahun oposisi terhadap Abu Lahab, Abu Jahal, Abu Sufyan, 10 tahun kemudian tidak oposisi karena sebagai Raja, Jenderal, Pemimpin. Jadi lengkap." kata Ustadz Haikal dalam ILC, Selasa (30/7/19).

Ustadz Haikal menegaskan, seorang ulama sebagai pewaris Nabi sudah seharusnya mengambil sikap oposisi. Bahkan ketika seorang ulama memutuskan untuk tidak oposisi, maka ia berhenti dari keulamaan-nya.

"Ulama pasti oposisi. Ketika dia tidak oposisi, berhenti dia sebagai ulama." tegas Babeh Haikal.

Dalam kesempatan tersebut, Babeh juga menegaskan bahwa gerakan 212 yang bernaung dalam PA 212 mengambil sikap yang tegas bersama ulama.

"Jadi kalau Gondangdia atau Teuku Umar? 212 ada dimana ulama berada." tegas Babeh.

Babeh juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa sebelum pilpres pihaknya tegas menyatakan akan menjadi oposisi, bahkan jika pemenang pilpres 2019 adalah Prabowo-Sandi. [Tarbawia]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search