Merindukan Surga (1)

- September 08, 2019


MERINDUKAN SURGA (1)

Oleh: Al-Ustadz Miftah el-Banjary

Diriwayatkan di dalam satu kitab, saya mendengar penjelasan ini ketika dibacakan kitab tentang "Syaraful Ummat el-Muhammadiyyah".

Dikisahkan kelak setelah semua umat manusia yang beriman masuk ke dalam surga, dan semua pendosa usai menjalani hukuman di neraka, kecuali bagi orang-orang kafir mereka kekal selama-lamanya di neraka.

Ketika itu, Rasulullah Saw yang tengah berada di surga Firdaus -level surga tertinggi bersama para Nabi dan Rasul- tiba-tiba dikabarkan oleh malaikat Jibril -berdasarkan laporan para petugas malaikat yang bertugas di neraka- bahwa di antara salah seorang umat Nabi akhir zaman ada yang belum lagi dibangkitkan dari siksaan di neraka. 

Mendengar hal itu, Rasulullah Saw segera bersujud kepada Allah Swt. Allah Swt berkata kepada kekasih-Nya.

"Wahai Muhammad, di dalam surga ini tidak ada lagi tempat bersujud. Apa yang Engkau kehendaki?!" 

Padahal Allah Swt Mahamengetahui segalanya. Tiada ada pengetahuan yang tersembunyi dari-Nya.

Rasulullah memohon kepada Allah agar umatnya yang masih tertinggal di neraka agar dibangkitkan dan dimasukkan ke dalam surga. Permohonan Rasulullah dikabulkan. Allah perintahkan malaikat Jibril yang langsung memimpin pelaksaan tugas dan perintah itu.

Malaikat Jibril bersama malaikat penjaga neraka lainnya pun turun ke neraka paling dasar mencari-cari jasad seseorang dari golongan umat Nabi Muhammad yang paling terakhir berada di neraka tersebut.

Dari level tingkatan neraka paling tinggi hingga paling rendah, akhirnya ditemukanlah orang itu berada di kerak dasar neraka sijjin yang hampir tidak dikenali lagi bentuknya. 

Dosa dan kesalahan apa yang ia lakukan selama di dunia, hingga dia berada dikerak neraka paling dasar sama sama sekali dan menjadi orang yang paling terakhir berada di neraka dari golongan umat nabi akhir zaman?

Na'udzubillah!!

Menurut hadits-hadits yang shahih bahwa kelak nanti umat Nabi Muhamamad Saw dimasukkan ke dalam surga, berdasarkan tanda-tanda bekas air wudhu di anggota tubuhnya yang menjadi seberkas cahaya bagi orang-orang yang muslim.

Sayangnya orang ini, tidak terdapat tanda-tanda bekas basuhan air wudhu di salah satu anggota tubuhnya. Tak ada cahaya keimanan sama sekali, terkecuali hanya ada satu titik cahaya yang sangat kecil sekali, sebesar sebiji atom keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Melalui pencarian yang lama dan menyusahkan, akhirnya dibangkitkanlah jasad orang itu dari kerak paling dasar api neraka paling dalam. 

Jasad berbentuk puing kerak bara api itu dibawa keluar neraka menuju sebuah tempat bernama "Haudh al-Kautsar" atau telaga bernama "Al-Kautsar".

Dalam beberapa riwayat di dalam hadits disebutkan bahwa telaga itu adalah telaga yang tidak pernah kering, telaganya kaum beriman, airnya lebih putih dari air susu dan rasanya lebih manis dari air madu. 

Barangsiapa yang meminum telaga itu, niscaya dia tidak akan merasakan dahaga untuk selama-lamanya. Telaga yang secara khusus diberikan kepada Nabi Muhammad Saw dan umatnya. Inna 'athainakal kautsar.

Para penghuni yang akan memasuki surga diperkenankan untuk meminum air dari telaga ini dari tangan mulia nabi Muhammad Saw secara langsung. Keistimewaan ini hanya diberikan bagi para pecinta Rasulullah Saw. Semoga kita termasuk golongan ini.

Jasad yang telah "mengerak" itu setelah disiram dan dimandikan dengan air dari telaga al-Kautsar pun menjadi bersih bercahaya kemilauan. Maka ketika itu, jasad itu telah berbentuk seseorang yang tampan dan bercahaya, setelah sebelumnya hanya berwujud kerak yang buruk rupa.

Orang itu mengucapkan syukur atas karunia Allah serta syafaat Rasulullah atas dirinya. Hukuman di neraka telah dijalani selama beribu-ribu tahun, bahkan dari sekian banyak para pendosa dari umat akhir zaman hanya tinggal dirinya seorang saja lagi.

Disebabkan api neraka yang begitu dahsyat, orang itu masih merasakan rasa panas yang sangat bersangatan dari bekas hawa api neraka sebelumnya, orang itu meminta air minum kepada malaikat Jibril. 

Jibril pun menuangkan telaga air al-Kautsar yang sejuk dan segar. Setelah meminumnya, seketika tubuhnya menjadi dingin dan dia tidak pernah lagi merasakan rasa haus dahaga itu sama sekali. 

Di tengah kenikmatannya menikmati air telaga al-Kautsar, tiba-tiba saja dari kejauhan dia mencium aroma wewangian 'Uod' kayu gaharu yang harum semerbak dan tidak pernah dia rasakan keharumannya yang sangat kuat dan wangi itu selama di hidup dunia.

Orang itu bertanya, "Wahai, malaikat! Aroma wangi ini berasal darimana?!" tanya orang itu penasaran. Malaikat menjelaskan bahwa aroma wangi itu bersumber dari taman-taman di surga.

Terang saja, orang itu menjadi penasaran untuk melihat bagaimana keindahan taman-taman surga. Orang itu, meminta diantarkan ke taman itu. 

Malaikat menjelaskan bahwa untuk bisa sampai ke taman itu harus menempuh perjalanan selama 500 tahun seumpama perjalanan di muka bumi.

Masya Allah tabarakallah! 

Ternyata, wewangian surga yang semerbak telah tercium dalam jarak perjalanan 500 tahun seumpama perjalanan di muka bumi. Betapa jauhnya aroma serbak wangi itu sudah dapat tercium.

Namun, ada orang-orang yang tidak diberikan kesempatan menikmati wewangian surga, menciumnya saja tidak, apalagi memasuki surganya, demikian sabda Rasulullah.

Para sahabat bertanya, "Siapakah mereka, duhai Rasulullah?!"

Rasulullah menjawab, "Para istri yang durhaka, para wanita yang berani membantah suaminya, sedang suaminya orang yang menasehati kebaikan!"

Na'udzubillah!!

Orang itu pun memaksa untuk tetap diantarkan melihat taman surga. Setelah mendapat izin dari malaikat Jibril, orang itu pun dibawa menempuh perjalanan panjang menyaksikan taman-taman surga itu. 

Masya Allah tabarakallah!!

Sesampai di sana, orang itu dibuat terkesima dan terpesona keindahan taman-taman surga yang keindahannya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. 

Di tengah dia sedang menikmati keindahan taman-taman surga, dari kejauhan dia menyaksikan sebuah bangunan istana yang sangat megah berdiri mengawang-awang dengan hiasaan bertitah emas, permata, zamrud, pyrus dan batu mulia lainnya.

Tergugah dan penasaran, orang itu pun bertanya, "Istana apakah itu?!" kepada malaikat pengawalnya. Malaikat menjawab itu rumah-rumah tipe paling kecil dan terendah dari rumah penduduk ahli surga.

Orang itu makin terpukau bagaimana mungkin istana semegah itu hanyalah rumah paling kecil dan paling rendah posisinya dibanding properti lainnya di surga itu. Terdorong rasa penasaran, orang itu meminta kepada malaikat agar dibawa ke pekarangan rumah itu. 

Singkat cerita, akhirnya orang itu sampai di depan pintu rumah yang pintunya saja seluas langit dan bumi. Maka diketuklah pintu itu, pintu terbuka otomatis. 

Keluarlah seseorang dari balik pintu dengan wajah tampan bercahaya mengenakan pakaian kebesaran para raja yang dengan hiasan zamrud permata berkilauan di jubah dan sorbannya.

Tak sanggup oleh pesonanya, orang yang paling terakhir keluar dari api neraka itu pun segera bersujud takzim. Dia mengira orang yang dihadapannya adalah penghuni istana itu.

"Maha beruntungnya Anda memiliki istana seindah dan semegah ini," ujar orang itu menangis penuh penyesalan. 

Sekiranya dia banyak berbuat amal ibadah sewaktu di dunia, mungkin dia juga akan mendapatkan karunia yang sama dengan penghuni surga dihadapannya itu, pikir orang itu.

Namun, si penghuni istana itu menegahnya. Dia berkata, "Saya bukan pemilik rumah ini, saya hanyalah seorang khadam dan pelayan saja, tuan!" katanya tersenyum.

Orang itu dibuat makin terperangah dan tak percaya jika pemuda dihadapannya hanyalah seorang pelayan dengan baju kebesaran yang luar biasa mahal tak ternilai, apalagi tuannya?! Pikirnya.

Lantas siapakah tuanmu, dimanakah dia berada, bisakah aku menemuinya?!" tanya orang itu.

"Ketahuilah wahai Tuan, rumah ini telah Allah sediakan untuk Anda! Anda sendirilah tuan dan pemilik rumah ini!" 

Subhanallah!!

Akhirnya, orang itu tersungkur sujud kepada Allah Jallajalaaluh dalam tangisan syukur yang tak terungkap oleh kata-kata. 

ذلك الفضل من الله وكفى...

Itulah karunia dari Allah yang sungguh maha dahsyat luar biasa.

Itu pun hanya level surga paling rendah yang dikaruniakan terhadap umat terakhir nabi Muhammad Saw yang paling akhir sama sekali masuk surga. Apalagi, surga yang dijanjikan bagi orang-orang yang berjihad membela agama Allah serta memperjuangkan syiar al-Qur'an di muka bumi. 

Subhanallah!!

Level surganya sama dengan surga para Nabi dan Rasul, surga Firdaus Jannatun Na'eim.

Mumpung masih diberikan kesempatan hidup di dunia, yuk perbanyak amal kebaikan untuk mengejar keutamaan surga di negeri akhirat sebagai pejuang akhirat, perindu surga dan penebar syiar al-Qur'an. 

Kami menawarkan kesempatan berinvestasi membangun "Ma'hadz al-Qur'an Daar Mahatiful Qur'an" yang bertemakan alam dan pegunungan di Kalimantan Timur untuk mencetak para penghapal al-Qur'an.

Semoga Allah meridhai kita semua. Amin ya Rabba alamien. Wallahu 'alam.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search