Tak Perlu Jadi Ainun

- September 13, 2019


Tak Perlu Jadi Ainun

Wahai para Ibu, sungguh Ibu Ainun merupakan wanita berkualitas yang meninggalkan banyak jejak kebaikan bagi keluarga, bangsa, juga ummat Islam di belahan dunia mana pun. Ibu Ainun adalah teladan yang sukar dijumpai tandingannya, dalam hal bakti dan taat kepada suami juga warga negara yang berjasa bagi bangsa.

Tapi, sebagus apa pun Ibu Ainun, kalian para Ibu, tak perlu menjadi Ainun. 

Kalian benar-benar tak perlu menjadi Ainun, sebab kalian bukan Ainun dan tak akan pernah menjadi Ainun. 

Jadilah dirimu dengan kelebihan yang dipupuk dan kekurangan yang terus ditambal sebagai seorang abdi kepada Tuhannya, sebagai seorang istri bagi suaminya.

Ainun memang taat. Dia rajin shalat. Juga tak ketinggalan membaca Al-Qur'an. Bahkan tiap hari, ia tilawah 1 juz sembari memangku Habibie di pangkuannya. Dan dia tetap tilawah dengan suara keras agar terdengar di ruangan kerja suaminya. 

Tapi, engkau tak perlu menjadi Ainun. Jadilah dirimu dengan ketaatan yang sama atau lebih baik dari Ainun. Meski sukar, yakinlah bahwa engkau bisa mengerjakannya. 

Maka hari ini, cobalah jujur kepada dirimu. Berhentilah sejenak. Lihat waktumu dengan cermat. Kapan mau mulai tilawah rutin selayak Ainun atau lebih baik lagi?

Jika sudah kau tentukan waktunya, bicarakan dengan suamimu. Sampaikan niatmu. Kemudian mintalah ia untuk mengawasi sekaligus menemani sebab kelak banyak ujian yang pasti mendatangimu. 

Para Ibu, Ainun memang memesona dalam kecerdasan dan taatnya kepada suami. Ia tak hanya menemani, tetapi juga menjadi pendukung utama dan mentor bagi Habibie. 

Ainun selalu ada. Ainun selalu terjaga. Ainun selalu menopang dan menguatkan Habibie. Bahkan ketika sebagian besar pelaku politik berlaku culas untuk melahirkan gelombang kebencian yang ditiupkan kepada Habibie, Ainun terdepan menolong dan tak pernah mundur meski setitik.

Kita tahu, Ainun ada sampai akhir hayatnya untuk Habibie seorang; tak pernah ada kisah cinta masa lalu; tak pernah terdengar bisik buruk tetangga tentang gosip yang tak enak dalam rumah tangga mereka. 

Tapi, para Ibu, kau bukan Ainun. Sampai kapan pun, kau tak akan pernah menjadi Ainun. Karena itu, jadilah dirimu dengan semua potensimu.

Cukup sampaikan kepada suamimu jika selama ini belum sempurna mendampingi, kemudian kembali perbarui komitmen untuk lebih taat kepada suamimu, bagaimana pun kondisinya saat ini.

Apa alasan lain hingga kau tak perlu menjadi Ainun? Sebab suamimu bukan Habibie. Suamimu adalah suamimu dengan siapa pun namanya. Ia punya kebiasaan dan kualitas yang berbeda dengan Habibie. 

Maka cukuplah menjadi yang terbaik dengan terus lebih baik dari kemarin dan masa lalumu. Ukurlah dirimu hari ini dengan dirimu kemarin, bukan mengukur dirimu dengan orang lain. Ainun dengan semua pesonanya hanyalah cermin untuk kalian, agar lebih baik sesuai potensi masing-masing.

Mari doakan dengan tulus, semoga Habibie dan Ainun diampuni semua dosa dan kesalahannya, diterima semua amalnya, ditinggikan derajatnya, dan disatukan di dalam Surga-Nya.

Salam,
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search