Rumah konsep pesanstren

ELKISI Merajut Mimpi 5 Tahun Lagi

- Januari 12, 2020


''Menuju 4000 Santri Tahun 2025,  berarti kita harus mewujudkan faktor-faktor pendukungnya seperti Cabang eLKISI Madiun dan Lombok, serta kuantitas guru yang berkualitas,'' demikian Direktur eLKISI KH Fathur Rohman SPdI  menjelaskan misi eLKISI tahun 2020-2025.

Hal itu ia kemukakan dalam pembukaan Raker Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI ke-8 pada Sabtu (11/1) di Puncak Ayanna Hotel Trawas, Mojokerto, Jawa Timur.

Ustadzah Suciati selaku ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan bahwa Raker eLKISI ke-8 ini sangat istimewa karena bertepatan dengan satu dasawarsa (10 tahun) eLKISI.

Raker diikuti oleh seluruh pengurus yayasan, Asaatidz, Asaatidzah, dan karyawan ponpes eLKISI. Dari tukang batu, kuli bangunan, bagian masak, laundry, pak tani, security hingga jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Lombok.

Raker ke-8 juga dilengkapi dengan Seminar Nasional Pendidikan bersama Dr Adian Husaini,  pakar pendidikan nasional dari Attaqwa College Depok.

Seminar diikuti para kepala sekolah swasta mulai tingkat SD, SMP dan SMA di wilayah Mojokerto pada Ahad (12/01).

Direktur eLKISI KH Fathur Rohman optimis, eLKISI akan semakin menasional bahkan mendunia.

Saat ini, terangnya, santri mukim eLKISI sekitar 700 orang. ''Animo masyarakat tinggi, sehingga kita melakukan seleksi ketat,'' ujarnya. Ke depan, eLKISI harus menambah kapasitas sehingga tidak mengecewakan masyarakat.

''Alumni kita sudah menembus Perguruan Al Azhar Mesir, Universitas Sudan, dan tahun ini insya Allah juga Aljazair,'' ungkap Kyai Fathur.

''Alhamdulillah, Faradila Awwaluna Musyaffa', Alumni eLKISI yang kini sedang kuliah di Sudan, sudah mengukir prestasi,'' ungkap Wakil Direktur eLKISI KH Ainul Rofiq.

Selain meraih juara I dalam Festival Internasional Bahasa Arab di Khourtum, santriwati tersebut juga menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah dengan tema "Potensi Ekonomi di Balik Cantiknya Batik Indonesia".

Kompetisi antar mahasiswa Indonesia di Sudan ini diselenggarakan oleh Dharma Wanita KBRI Sudan.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search