Menag Salahkan Muslim Teriak Antiaseng, GNPF Ulama: Bikin Gaduh, Ganti Saja!

- Januari 10, 2020


Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPFU), Ustadz Yusuf Martak menyampaikan usul berani dan keras kepada Presiden terkait pernyataan Menag yang dinilai membuat gaduh dan bukan pada bidangnya.

"Sangat tepat dan seharusnya Presiden menegur menteri yang sering menebar fitnah, dan lama-lama akan merugikan Presiden sendiri. Ganti saja dengan orang pandai dan memang ahli di bidangnya, dari pada mengganggu kerukunan berbangsa dan bernegara." kata Ustadz Yusuf kepada Tarbawia, Rabu (8/1/20).

Demi kepentingan bangsa, Ustadz Yusuf mengimbau masyarakat terutama kaum Muslimin agar tidak menghiraukan pernyataan yang tidak bijak.

"Kalau ada menteri yang mengeluarkan pendapat tidak bijak, menurut saya tidak perlu didengar." tambahnya.

Menurutnya, ummat Islam tidak pernah anti suku apa pun. Bahkan, lanjutnya, saat ini justru ada suku dan kelompok tertentu yang anti Islam bahkan jadi bandar untum membayar buzzer-buzzer dan penista agama untuk menyakiti dan menodai simbol-simbol Islam dan ummat Islam.

"Ummat islam di mana pun berada selalu jadi korban sebagaimana di negara-negara dimana Islam minoritas." tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Yusuf Martak menyinggung adanya sekelompok elit yang menguasai kekayaan bangsa sementara masyarakat makin miskin

"Di Indonesia para taipan-taipan bisa menumpuk kekayaan telah menggurita menjadi konglomerat-konglomerat hingga menguasai bumi, air, isi perut bumi dan seluruh perekonomian, tapi rakyat kecil dan ummat islam tidak memusihi mereka bahkan dengan ikhlas dan sabar menerima ketimpangan yang mencolok." imbuh Ustadz Yusuf.

Sebelumnya, Menag menceritakan kereta cepat dari Arafah menuju Mina yang dibangun oleh China. Ia juga mengatakan bahwa ummat Islam yang teriak antiaseng merupakan kesalahan.

"Jangan berpikir juga Islam itu tidak suka dengan aseng, jangan lupa pada saat mereka dari Arafah menuju Mina itu keretanya China, kontraktornya seratus persen China. Mungkin kalau kita ada Islam yang teriak antiaseng, saya kira salah. Tapi mungkin beda, mungkin di sana tidak ada pengangguran, mungkin kalau tenaga kerjanya banyak jadi gelisah," kata Menag di Kantor MUI Pusat, Rabu (8/1/20). 
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search