Benarkah Virus Corona di Bulan Maret Sudah Diprediksi 1000 Tahun oleh Ulama?

- Maret 17, 2020




BENARKAH VIRUS CORONA DI BULAN MARET TELAH DIPREDIKSIKAN ULAMA SEJAK 1.000 TAHUN YANG LALU DAN FENOMENANYA MUNCUL SETIAP 100 TAHUN?

Ust. Dr. Miftah el-Banjary, MA.

Saat ini virus Corona telah menjadi pandemi dunia yang sangat memomokkan. 

Hampir 173 negara telah terinfeksi virus mematikan tersebut dengan jumlah korban lebih dari 70.000 orang, meskipun ada pasien yang dinyatakan sembuh, namun ribuan orang telah dinyatakan meninggal dunia.

Apakah Kemunculan Wabah Penyakit Mematikan Terbesar di Dunia Muncul Setiap 100 Tahun?

Jika kita lihat kronologis sejarah bermunculannya wabah penyakit yang mematikan serta menelan jumlah korban ratusan ribu orang, ternyata terjadi setiap 100 tahun di dunia. Faktanya:

1. Pada tahun 1720 M telah terjadi wabah penyakit di Merseille Prancis yang menelan korban sekitar 100.000 orang. 

2. Pada tahun 1820 M telah terjadi wabah penyakit di Indonesia, Thailand dan Philipina yang juga menelan korban sekitar 100.000 orang.

3. Pada tahun 1920 M telah terjadi wabah penyakit Influenza Spanyol yang menelan korban sekitar 100.000 orang.

4. Pada tahun 2020 M telah terjadi wabah penyakit Corona yang berawal dari Wuhan China yang telah menyebar di lebih 173 negara di dunia dengan jumlah kasus atau korban (data pertengahan Maret 2020) sebanyak 77.783 orang (mendekati angka 100.000 orang), meskipun ada yang telah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, kita akan menemukan angka tahun 20 yang selalu muncul di setiap jeda 100 tahun sekali dengan fenomena mewabahnya virus penyakit yang mematikan. Ada apa dengan angka 20? 

Apakah ini sebuah kebetulan atau kah realita yang unik untuk dikaji?

Meskipun saya tidak ingin terlalu berspekulasi dengan angka bilangan 20 dan angka 100 tersebut, namun cukuplah menurut saya kedua angka tersebut bisa menjadi kajian yang menarik dalam kajian ilmu semiotika dalam hal kaitannya dengan fenomena kemunculan bencana wabah penyakit dalam kurun setiap satu abad.

Jika kita mengatakan peristiwa tersebut hanyalah sekedar kebetulan saja, bisakah 4 peristiwa fenomena besar di dunia terjadi secara berurutan dan secara teratur di setiap 100 setahun?!! Wallahu ‘alam.

Virus Corona yang Menyebar Luas di Bulan Maret Pernah Diprediksikan Ulama 1.000 Tahun yang Lalu?


Jauh sebelum itu, Syekh Ibrahim Salweqieh yang hidup di tahun 462 H atau kurang lebih 1.000 tahun yang lalu, ternyata telah memprediksikan kondisi pada saat terjadi fenomena wabah mematikan tersebut di dalam karyanya yang berjudul: “Akhbar az-Zaman”. Pada halaman 365 beliau menuliskan:

 وتفشى مرض الزمان.  منع الحجيج. واختفى الضجيج. واجتاح الجراد. وتعب العباد. ومات ملك الروم. من مرضه الزؤوم. وخاف الأخ من اخيه. وصر تم كما اليهود في التيه. وكسدت الاسواق. وارتفعت الاثمان. فارتقبوا شهر مارس. زلزال يهد الاساس. يموت ثلث الناس. ويشيب الطفل منه الراس. 

“Dan tersebarlah wabah sejagat. Jamaah haji dilarang memasuki Haramain. Kondisi menjadi sepi. Keadaan menjadi gonjang ganjing. Terjadi serangan belalang. 

Ahli ibadah menjadi malas dan lesu (sebagai dampak dari dihentikan aktivitas keagamaan, seperti ibadah umrah, shalat Jum’at berjama’ah atau majelis pengajian). Matinya pemimpin dunia. 

Banyak orang yang takut terinfeksi serangan virus. Saudara menaruh prasangka curiga kepada saudaranya sendiri (dugaan terjangkit virus). Umat menjadi bingung dan merana seperti kaum Nabi Musa yang merana di padang gurun pasir Tieh (yang tandus dan tanpa makanan). 

Pasar sepi (perekonomian anjlok). Harga berlomba mahal. Maka waspadalah!! 

Dimulai dari bulan Maret. Adanya gempa yang meluluh lantakkan pondasi. Sepertiga umat manusia akan mati. Anak-anak banyak yang rambutnya memutih.”

Semua fenomena yang disebutkan di atas, persis seperti apa yang terjadi hari ini. Sekarang mari kita analisis sebagaimana yang telah diprediksikan oleh Syekh Ibrahim Salwaqieh.

1. Terjadi di bulan Maret

Virus Corona sebagaimana diketahui bahwa korbannya mulai banyak berjatuhan yang meninggal dunia pertama kalinya di Wuhan, China pada awal tahun 2020. 

Kasus virus Corona tersebut dengan cepat menyebar luas di China, hingga negara-negara tetangga Jepang dan beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura, Italia, Iran hingga Indonesia di bulan Maret 2020 ini.

2. Jamaah Haji/Umrah Dilarang

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi juga telah mengambil kebijakan “Lock Down” yang sangat mencengangkan dengan menutup sementara beberapa negara di dunia termasuk Indonesia yang dilarang memasuki Arab Saudi untuk aktivitas umrah demi menseterilkan kondisi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Haramaian.

3. Ahli Ibadah Menjadi Lesu dan Malas

Apa yang menjadi dampak kekhawatiran Covid-19 ini, ada banyak negara yang menghimbau warga neranya untuk tidak melakukan aktivitas publik, seperti Shalat Jum’at berjama’ah atau menutup sejumlah kegiatan majelis-majelis pengajian. 

Hal tersebut juga terjadi di Tanah Air kita, dimana para ustadz banyak yang menutup kegiatan pengajiannya demi menghindari penyebaran virus Covid-19 tersebut.

4. Terinfeksinya Para Pemimpin Dunia

Di sejumlah negara dilaporkan ada banyak pejabat yang terinfeksi virus Covid 19 tersebut. Bahkan di Iran dinyatakan ada sekitar 12 pejabat tinggi yang telah terinfeksi virus tersebut.

5. Kondisi Kota-Kota Besar Menjadi Sepi

Kita juga bisa menyaksikan negara-negara di dunia yang pada awalnya ramai mendadak sepi. 

Dimana-mana setiap negara mengambil langkah “Lock Down” untuk menutup pintu akses masuk dan keluar dari negaranya untuk menghindari potensi penyebaran virus dari warga negara asing.

Sementara negara-negara lain di dunia telah memberlakukan “Travel Warning” dan “Lock Down” ke negaranya atau negara yang terindikasi virus mematikan tersebut, seperti : China, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea, India, Arab Saudi, Amerika, Italia, Iran, dan masih banyak negara-negala lain di dunia.

Alih-alih, muncul rasa kekhawatiran mereka virus wabah tersebut lebih menyebar luas lagi, ironisnya hanya pemerintah Indonesia negara yang tidak/belum memperlakukan “Lock Down”. Bahkan, masih dengan masih membuka peluang kesempatan bagi warga negara Tiongkok memasuk Indonesia. 

6. Barang-Barang Menjadi Langka dan Mahal

Dampak paling besar yang dirasakan dari fenomena bencana wabah penyakit ini, hampir semua faktor ekonomi mengalami kemunduran dan penurunan. Barang-barang mahal dan langka, khususnya masker dan hand sanitizer. 

Di sebagian negara juga kita saksikan, orang-orang menyerbu supermarket dan saling berebut makanan untuk bisa mendapatkan jatah yang lebih banyak. Fenomena ini juga terjadi di Jakarta oleh sebagian warga negara keturunan Tionghoa di beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta.

7. Orang Saling Mencurigai dan Berprasangka

Banyak orang yang dibuat panik dan resah takut keluar rumah dan bergaul dengan orang lain di sekitarnya, sehingga memunculkan dugaan dan prasangka saling curiga terhadap orang lain. 

Was-was dalam berjumpa dan bersalaman sebagaimana lazimnya, sehingga bermunculan cara-cara bersamalam yang tidak lazim, dan terkesan aneh.

Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan. Seperti kebijakan beberapa kepala daerah yang meliburkan siswa-siswa sekolah belajar di sekolah atau sebagian karyawan yang diberi keringanan bekerja dari rumah. 

Maka fenomena yang tampak di permukaan dari apa yang kita lihat dan rasakan di bulan Maret tahun 2020 ini, persis dengan apa yang pernah diprediksikan oleh Syekh Ibrahim Salwieqie sejak 1000 tahun yang lalu di dalam karya tulisnya “Informasi Masa Depan”. Apakah ini sebuah kebetulan? 

Jika kita meyakini sebuah hadits Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudry yang berbunyi “Takutilah olehmu firasat orang-orang yang benar imannya, sesungguhnya mereka melihat dengan Nur-Nya Allah.” 

Maka tentu kita meyakini bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk memberitahukan informasi penting tentang berbagai peristiwa masa depan sebagai sebuah informasi yang memiliki unsur mendekati kebenaran. Wallahu ‘alam.

Kapan Wabah Virus Berakhir Menurut Ibnul Hajar al-Asqalani?



Menurut al-Alim Allamah Ibnul Hajar al-Asqalani ra (pengarang Kitab Fathul Baari fi Syarah Shahih Bukhari) dalam salah satu karyanya yang berjudul "Badzlul Ma'un fi Fashlilth Thaun" halaman 369 mengatakan bahwa :

عامة الطواعين التي وقعت في بلدان المسلمين على مر التاريخ إنما تقع أثنا فصل الربيع وبعد خروج الشتاء ثم ترتفع في أول الصيف


"Wabah penyakit Tha'un (wabah yang disebabkan virus penyakit) yang menimpa kaum muslimin sepanjang sejarah yang terjadi di pertengahan antara musim gugur hingga usai musim hujan. Setelah tiba musim panas, maka wabah penyakit tersebut akan segera hilang."

Kita sama-sama berdoa dan berharap semoga Virus Corona akan hilang dengan berakhirnya musim hujan dan tibanya musim panas. 

Dan kita berdo’a semoga Allah jauhkan dan lindungi kita dari wabah penyakit tersebut dari diri kita, keluarga, masyarakata, bangsa dan negara kita. 

Amin ya Rabb alamien..

Menteng- Jakarta Pusat, 17 Maret 2020
Advertisement

2 komentar

avatar

Musim panas djangka ramadhan ini🤔..bimbg bkln air berkurg..bnykkn tdhn air di tong2 besar🤗


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search