Pribadi dan Martabat Buya Hamka

- Juni 08, 2020
Pribadi dan Martabat Buya Hamka


Pribadi dan Martabat Buya Hamka. Salah satu buku terbaik yang sebaiknya dibaca oleh ummat Islam dan warga Indonesia. Yang diceritakan orang shalih, cara menceritakannya pun asyik pakai banget.

Pertama kali membaca buku ini saat saya terbang ke Bangka Belitung, akhir Februari 2019. Di atas awan. Di dalam pesawat.

Tahu gak? Saya menangis. Asli menangis. Tiba-tiba saja air mata menetes. Lalu segera saya hapus karena pesawat penuh. Gak enak kalau ketahuan penumpang lain. Hehe.

Kenapa saya menangis? Karena cara berceritanya bagus sehingga pembaca bisa membayangkan, dan benar-benar terlibat dalam cerita.

Terutama saat bercerita masa sulit dalam kehidupan Buya Hamka. Juga dalam interaksi antara suami-istri, Buya Hamka dengan istrinya, Siti Raham.

Misalnya, saat keluarga diuji. Hamka mengambil kain (baju terbaik) untuk dijual demi menyambung hidup. Lalu sang istri mencegah. Katanya, "Biar kain saya saja yang dijual. Buya sering bertemu banyak orang. Harus kenakan pakaian bagus."

Kemudian dalam episode lain. Ketika Hamka memutuskan untuk keluar dari PNS karena hendak terjun ke dunia politik. Di meja makan, istrinyalah yang meyakinkan seisi keluarga.

Hamka menjelaskan, jika keluar dari PNS maka gaji yang lumayan besar dan tunjangan serta pensiunan akan hilang.

Sang istri degan gagah berkata, "Dulu sebelum Buya jadi PNS juga kita gak pernah kelaparan. Kita kan Hamba Allah, bukan hamba negara."

Masih banyak kisah lain yang sangat inspiratif untuk dikaji di memoar ini. Apalagi, Hamka telah tiada sehingga tak perlu ragu untuk meneladani karena beliau istiqomah sampai akhir hayat. Insya Allah beliau husnul khatimah. [M Pirman]

***
Yang minat membeli buku Pribadi dan Martabat Buya Hamka karya Rusydi Hamka, klik Mbah Pirman.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search