Remehkan Ulama, Begini Cara Ust Haikal Hasan Bungkam Nusron


Ustadz Haikal Hasan menyampaikan dengan blak-blakan, tanpa takut membela kebenaran yang diyakini. Muasalnya, Nusron Wahid menyampaikan pernyataan bernada meremehkan kepada para ulama yang mendukung Prabowo-Sandi melalui forum Ijtima' Ulama.




"Dan hari ini akhirnya kita lihat, Bang Nusron meragukan kredibiltas (ulama) yang hadir (Ijtima' Ulama 2), yang kalau saya simpulkan, karena yang hadir gak mau dukung Pak Jokowi jadi kurang keulamaannya gitu? " kata Ustadz Haikal dalam #ILCIjtimaUlama2, Selasa (18/9/18).

Dalam kapasitasnya sebagai salah satu pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Haikal menyebutkan sederetan nama ulama yang hadir dan mendukung keputusan Ijtima' Ulama untuk memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Harus saya catat, bahwa yang di sana hadir dan mendukung; ada Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Arifin Ilham, ada Kiyai Sobri Lubis, ada Kiyai Tengku Zulkarnain, ada KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i, ada KH Zaitun Rasmin, ada Kiyai Sukron Ma'mun, ada KH Cholil Ridwan, ada Habib Muchsin, ada habib kharismatik Habib Ali, ada dukungan dari NU, KH Najih Maimoen Zubair, KH Thoha." lanjut Ustadz Haikal, tegas.

Ustadz Haikal juga menyoroti definisi-definisi yang disampaikan oleh kelompok-kelompok yang berupaya meremehkan kemampuan dan kualitas para ulama dalam Ijtima' Ulama.




"Kalau ini direkomendasikan kredibilitasnya dengan kemudian mencari definisi yang dicocok-cocokin yaitu 'alim (berpengetahuan), yakhsyallah (takut kepada Allah), lalu untuk ummat, jadi mereka yang hadir (dan mendukung Ijtima' Ulama) gak 'alim, gak yakhsyallah, gak untuk umat?!" tegasnya.

Ungkapan-ungkapan merendahkan ulama ini, lanjut Ustadz Haikal, merupakan salah satu bentuk fitnah yang niatnya memecah belah ummat.

"Kalau saya melihat, itu sedikit menjurus kepada fitnah. Karena yang tahu yakhsyallah kan Allah sendiri dan yang bersangkutan?" ujarnya.

Ustadz Haikal pun melontarkan pernyataan restoris untuk menyindir Nusron Wahid yang sepanjang penyampaian Ustadz Haikal hanya diam.

"Bagaimana bisa Nusron mengatakan, yang ini yakhsyallah dan yang di sana kurang yakhsyallah? Hati-hati. Definisi itu akan meluas dan melebar di arus bawah." pungkasnya. [Tarbawia]

Gabung ke Channel Telegram Tarbawia untuk dapatkan artikel/berita terbaru pilihan kami. Join ke Tarbawia



Diberdayakan oleh Blogger.