Perjumpaan Pertama, Netizen Ungkap 7 Fakta Mencengangkan Sandiaga Uno




Sosok Bang Sandiaga Salahuddin Uno sudah lama saya kagumi secara pribadi sejak 10 tahun yang lalu. Dan tadi baru bertemu secara langsung. Alhamdulillah bisa melihat dan merasakan langsung.




Yuk, ada tujuh hal mencengangkan terkait Bang Sandi yang bukan hoax nih

Bukan Hoax Pertama


Kalau teman-teman mengira bahwa bang sandi itu orang humble pakai banget, maka bener banget. Beliau easy going, humble banget. Lebih humble dari dugaan saya pribadi. Sangat memperhatikan siapa pun yang berbicara dan mengajak beliau dialog. 

Memberi kesempatan orang lain untuk berfoto satu demi satu. Bahkan ketika tim patwal ingin menyetop, lanjut terus sampe habis selfie. Penampilan pun sangat sederhana banget. Jauh dari perkiraan seperti seorang trilyuner.

Bukan Hoax Ke-dua


Kalau teman-teman pernah mendengar tentang dua mobilnya yang biasa dan salah satu mobil beliau Nissan X-Trail. Nah itu juga bener banget. Beliau bahkan membawa mobilnya itu untuk safari di 3 wilayah di Cirebon bersama supirnya dari Jakarta melewati Cipali. 




Malahan mobil yang mengawal jauh lebih bagus-bagus. Patwal Imux, Pajero, Alphard, dan lain lain. (Bagi saya pribadi mengajarkan gak usah keliatan tajir abis, yang penting cukup. Toh memang yang dipakai juga satu. Gak usah takut diliat orang. Gak usah cicil sana cicil sini hanya untuk terlihat berada. Hidup lurus, yakin sama punya mimpi, tutur beliau).

Bukan Hoax Ke-tiga


Kalau teman-teman pernah mendengar kumpulan emak-emak strong, emak-emak militan, emak-emak garis keras pendukung Bang Sandi, itu juga benar. Bahkan dalam penuturan salah satu koordinator daerah Cirebon, barisan emak-emak ini ada yang memang gak punya facebook atau instagram. 

Menurut penuturan beliau sambil berkaca kaca, anggotanya sudah sampai internasional. Emak-emak ini tidak ada yang membayar. Murni panggilan jiwa. Ikhlas sepenuh hati. Tugas emak-emak ini menurut penuturan beliau selalu meluruskan berita-berita hoax dari manapun yang menjatuhkan bang Sandi. 

(Saya jadi terharu sama emak-emak ini. Makannya ketika emak-emak minta selfie dengan Bang Sandi, saya selalu menjauh, khawatir beraksi, entar kelar deh.. 😄)




Bukan Hoax Ke-empat


Kalau teman-teman pernah dengar Bang Sandi selalu shaum sunnah, itu benar banget. Jadi ceritanya, di jadwal itu ada waktu buat makan siang. Jadi saya juga tadi gak shaum. Karena  kepingin makan bareng. Eh, tapi pas jadwalnya makan siang, ternyata gak makan. Beliau tetap konsisten shaum. 

Yang ngawal malah pada makan. Beliau konsisten shaum sunnah Kamis (hari itu), walau sedang safar. Padahalkan bisa rukhshoh, tapi beliau tetep shaum. Jadi malu. Malah yang ngawal gak pada shaum. 

Bukan Hoax Ke-lima


Kalau teman-teman tahu tentang proporsionalnya badan Bang Sandi, itu juga benar. Bahkan sempat bandingin perut saya, ternyata masih sedikit lebih maju dari Bang Sandi. Usia 50 tahun, beda lebih dari 15 tahunan tapi seperti sepantaran.

Itu akibat sering olahraga lari, renang, basket. Begitu kebiasannya.




Bukan Hoax Ke-enam


Kalau teman-teman pernah liat foto-foto candid selfie para emak-emak, itu benar banget. Karena kebanyakan emak-emak yang datang cuma pingin selfie sama beliau. Saya tawarin selfie sama saya, gak ada yg mau. #SapaElu

Bukan Hoax  Ke-tujuh


Kalau teman-teman gak pernah lihat Bang Sandi menjatuhkan lawan politik, itu benar. Selama menemani, tak ada satu kata pun menjatuhkan. Bahkan fokusnya selalu bilang pada ekonomi, keadilan dan kemakmuran. Semua kata-katanya tentang solusi-solusi yang ditawarkan.

Semakin introspeksi lagi. Semakin merendahkan hati lagi. Semakin proporsional lagi dalam menilai hidup dan kehidupan.




Jangan mudah meninggikan diri dari yang lainnya. Jangan mudah cicil sana cicil sini. Mentarang sana mentereng sini. Hati-hati, itu hanya ilusi.

Makin yakin lagi ingin mencontoh kebaikan dan amalan sederhana Bang Sandi. Saya belajar banyak hari ini. 

Tentang entreprenuer, tentang kenegarawanan, tentang seorang anak bangsa, bahkan tentang hubungan dengan Allah, hablum minan naas, dengan istri/suami, anak, orangtua dan sosial.

Sekali lagi, saya semakin malu, Bang. Bismillah semoga Allah izinkan untuk memimpin negeri ini. Amanah, baldatun, thoyyibatun, wa robbun ghofuur. 

Cirebon, 11 Oktober 2018
Faisal Agus M []

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.