Gagal Swasembada Pangan, Begini Kritik Tajam Tim Jokowi ke Presiden Soeharto


Ketua DPP Partai Nasdem yang juga anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KMA, Irma Cahyani Chaniago melontarkan kritik tajam atas kepemimpinan Presiden Soeharto ketika disinggung soal gagalnya swasembada pangan di era kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla.




"Kalau ada swasembada pangan, betul. 15 tahun baru bisa swasembada pangan. Itu harus kita akui. Itu 15 tahun. Lah Jokowi? (baru) 4 tahun kok. Semua carut marut yang ada di era setelah Soeharto dibenahi oleh Pak Jokowi. Contoh: infrastruktur." kata Irma dalam acara dialog di stasiun televisi Nasional beberapa waktu lalu.

Menurut Irma, keberhasilan Presiden Soeharto merupakan hal yang mudah lantaran ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Kondisi seperti inilah yang tidak dimiliki saat pemerintahan Presiden Jokowi.

"Pada era Soeharto, sumber daya alam itu melimpah ruah. Tanah melimpah ruah. Kayu, timah,  semua sumber daya alam melimpah ruah. Kalau pertumbuhan ekonomi bagus, wajar aja. Wajar. Itu satu hal yang wajar." lanjutnya.

"Kondisi sekarang kan beda. Penduduk Indonesia sekarang sudah berapa. Eksternal ekonomi global juga sudah berubah. Gak lagi seperti dulu. Timah kita habis. Kayu kita habis." katanya menjelaskan.




Irma juga menyatakan, meski ekonomi maju, sumber daya alam Indonesia habis saat kepemimpinan Presiden Soeharto yang dikenal sebagai Orde Baru.

"Jaman Pak Harto dulu pertumbuhan ekonomi memang bagus, tapi sumber daya alam terkuras habis. Gak ada sumber daya alam yang terbarukan. Semuanya menggerogoti sumber daya alam yang ada. Gak menjaga ekosistem. Sekarang kita lihat, pulau Bangka habis. Kayu kita habis semua. Jadi apa yang perlu dibanggakan?" tegas wanita berkacamata ini.

Pujian kepada Presiden Jokowi


Dalam dialog bersama ketua DPP Partai Berkarya, Vasco Ruseimy, ini Irma juga melontarkan pujian kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, pemerintahan Jokowi jauh lebih hebat dibanding pemerintahan Soeharto.

"Yang dilakukan Pak Jokowi jauh lebih bagus dari yang dilakukan Pak Harto dahulu. Kita membangun tol laut. Kita membangun, menghubungkan antara satu pulau dengan pulau lain, antara desa dengan kota dengan infrastruktur. Merekatkan bangsa dengan fasilitas yang lebih kuat, bukan cuma jargon." ungkapnya.




"Pak Jokowi kurang membanggakan apa? Presiden paling top kok di dunia. Dapat penghargaan luar biasa." lanjut Irma, bersemangat.

Ketika disinggung soal swasembada pangan yang gagal diwujudkan, Irma kembali menyatakan bahwa Jokowi butuh waktu sehingga harus diberi kesempatan untuk kembali memimpin. Irma juga menyatakan, keberhasilan yang diperoleh Presiden Soeharto merupakan hal wajar yang bahkan bisa dicapai oleh seorang tukang becak.

"Tukang becak jadi Presiden di era Soeharto, ekonomi akan naik. Saya jadi Presiden saat itu, pasti saya lebih bagus dari Pak Harto." pungkasnya. [Tarbawia]

Tarbawia
Bijak Bermedia, Hati Bahagia

Bergabung Untuk Dapatkan Berita/Artikel Terbaru:


Info Donasi/Iklan:

085691479667 (WA)
081391871737 (Telegram)



Diberdayakan oleh Blogger.