Sengaja Dilupakan? Ini Peran Negara dan Bangsa Arab dalam Kemerdekaan Indonesia

- Agustus 17, 2019


PERAN NEGARA DAN ORANG ARAB DALAM USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA

Oleh: Ust. Dr. Miftah el-Banjary

Tahukah Anda?

Negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir. Demikian tertulis dalam buku sejarah kemerdekaan Indonesia.

Tapi sekali lagi, sayangnya di buku-buku sejarah umumnya tak menjelaskan lebih lanjut, mengapa dan bagaimana Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia.




Pengakuan dari negara lain, merupakan syarat penting berdirinya sebuah negara. Dan, untuk ini, bangsa ini pantas berterima kasih kepada tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin. 

Sebab, merekalah yang melobi agar pemerintahnya mendukung kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. 

Ikhwanul Muslimin yang saat itu jaringannya telah tersebar, juga menggalang dukungan-dukungan negara Arab lainnya untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.



Dan, setelah Mesir, negara-negara Timur Tengah lain pun mendukung kemerdekaan Indonesia. 

Para pemimpin Mesir dan negara-negara Arab saat itu, bahkan membentuk Panitia Pembela Indonesia. Mereka mendorong pembahasan soal isu Indonesia di berbagai lembaga internasional, seperti Perserikatan Bangsa Bangsa dan Liga Arab. 

Dalam bukunya, Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Zein Hassan menulis bahwa pengakuan kemerdekaan itu, pada akhirnya membuat posisi Indonesia setara dengan negara-negara lainnya -termasuk Belanda—dalam perjuangan diplomasi internasional. 

Proklamator Bung Hatta pun menyatakan: 

“Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena, dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagaimana yang selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.” 

Peran Ikhwanul Muslimin dalam kemerdekaan Indonesia, itu, masih dapat ditelusuri jejaknya dalam artikel bertajuk Ikhwanul Muslimindi Wikipedia. 

Di sana dicantumkan foto-foto tokoh bangsa seperti Sjahrir dan H Agus Salim yang menemui Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, Hasan al-Banna, untuk menyampaikan terima kasih atas dukungannya terhadap kemerdekaan Indonesia. 

Saat itu, untuk mendukung kemerdekaan Indonesia, Ikhwanul Muslimin kerap mengerahkan massa untuk berdemonstrasi, termasuk menghalau kapal-kapal Belanda yang melewati Terusan Suez. Terutama, saat Indonesia sedang dalam revolusi fisik melawan kembalinya Belanda.  

Nah ironisnya, ketika kita telah mencapai Hari Kemerdekaan yang hampir ke-70 kalinya hingga Hari Kemerdekaan ke-74 ini dan justru muncul gerakan dan fenomena yang menggiring opini pada sikap rasis kebencian dan ketidaksukaan terhadap Arab. 

Pertanyaan mendasarnya, "Apakah bangsa Arab atau negara Arab pernah menjajah Indonesia?!"

Justru faktanya:

1. Negara Mesir yang ketika itu masih satu bagian negara dengan negara-negara Arab lainnya merupakan negara pertama yang mengakui Kedaulatan dan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

2. Perumus lambang Garuda adalah Sultan Syarif Hamid al-Qadiry, Sultan di Pontianak yang masih Keturunan Arab.

3. Proklamasi kemerdekaan dibacakan di sebuah rumah saudagar Arab bernama Faradj bin Said bin Awadh Martak yang dihibahkan kepada Soekarno untuk perjuangan kemerdekaan.

4. Lagu kebangsaan Indonesia berjudul "Mars Hari Merdeka" dan "Hymne Syukur" diciptakan oleh Muhammad Husien Mutahar, seorang pejuang kemerdekaan sejati bangsa keturunan Arab.

5. Para Ulama dan Habaib dari keturunan orang-orang Arab di Batavia ketika itu, seperti Habib Ali bin Abdurrhaman bin al-Habsyi, Habib Salim bin Jindan dan sejumlah ulama kharismatik lainnya banyak menjadi penasehat spritual Soekarno dalam merumuskan kemerdekaan Indonesia.

Dan masih banyak lagi kiprah dan kontribusi para Ulama, Habaib, Pengusaha, Komposer, Negasiator serta tokoh penting lainnya dari keturunan orang Arab di Indonesia yang memiliki peran terhadap usaha mencapai kemerdekaan bangsa ini.

Lalu dimana peran China?!!
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search