Marrakech Cuisine Sajian Kuliner Maroko di Kawasan Kampung Korea Senopati

- Januari 24, 2020

Jakarta (24/01/2020). Menjelajahi spot destinasi kuliner di Jakarta tak akan pernah ada habisnya. Seperti kawasan Wolter Monginsidi yang sudah banyak dikenal sebagai tempatnya kuliner Korea, bahkan sebagian orang menyebut daerah ini sebagai kawasan Kampung Korea di Jakarta.

Di tengah-tengah ragam kuliner Korea di bilangan Senopati, terdapat spot destinasi kuliner yang cukup berbeda dari kuliner lainya. Ya, dialah restoran Marrakech Cuisine yang menyajikan menu khas masakan Maroko.



“Nama Marrakech sendiri diambil dari kata marrakesh yang artinya mutiara dari Selatan. Ia merupakan kota di Barat Daya Maroko, di kaki Pegunungan Atlas,” ungkap pemilik restoran, Maria Rotinsulu El Mourabiti dalam rilisnya kepada Tarbawia di Jakarta, Jumat (24/01).

Restoran Maroko yang berada di bilangan Wolter Monginsidi nomor 39 Jakarta ini menyuguhkan beragam masakan Maroko. Seperti Lamb Shank with Prune, Beef Tagine Raisin, Couscous by Fatimah El Baamri, Kofta Tagine Lamb or Beef atau bakso Maroko tanpa tepung alias murni daging.

Maria memang senang masakan Maroko, bahkan ia belajar hingga dua tahun untuk bisa mendapatkan cita rasa khas masakan Maroko. Ilmu memasak yang ia dapatkan dari Maroko itu dibagikan kepada sejumlah juru masak di Indonesia. Alhasil, lahirlah restoran yang menyuguhkan masakan bercita rasa asli Maroko namun dekat dengan masyarakat Indonesia.

“Saya dan suami suka makanan Maroko, akhirnya kami membuat tempat ini. Kami yakin, penikmat menu authentic Maroko masih banyak di Jakarta ini. Menu Maroko selalu punya cerita setiap kita bersantap,” imbuh Maria.

Selain masakan, Maria juga menyajikan suasana Maroko yang sangat kental melalui dekorasi maupun ornamen. Sehingga, ketika berkunjung ke restoran ini serasa pelesir ke Maroko meski sebenarnya berada di Jakarta.

Bagi penyuka rasa yang ada di Jakarta, atau Anda yang sedang bertugas di Ibu Kota Indonesia ini, jangan lewatkan untuk menjajal eksotika masakan Maroko ini. Soal harga, cukup terjangkau yaitu rata-rata Rp.60.000 rupiah.

“Makanan Maroko sekarang banyak diminati. Masakan ini memang mengandung unsur yang agak pedas, sehingga mungkin lebih mengena dan diterima lidah orang Indonesia,” ungkapnya.

Maria menjelaskan, kuliner Maroko berbeda dengan masakan Arab atau Turki. Kuliner Maroko, lanjutnya, memiliki kuliner dengan rasa yang istimewa. 

“Maroko istimewa, karena negara itu bekas jajahan Perancis. Jadi kesan aristokrat dengan kuliner Maroko sangat kuat. Karena itulah saya menyajikan sensasi autentik,” ungkapnya.

Menurut Maria, sebagian besar masakannya mengandung gizi tinggi seperti saffron, minyak zaitun, minyak samin, daun ketumbar, bawang bombay yang semuanya disajikan secara fresh.

“Minyak-minyak kami impor langsung dari Maroko sehingga memiliki rasa yang autentik,” jelasnya.

Kandungan dalam saffron mengandung nutrisi tinggi. Rempah ini berasal dari bunga Crocus sativa yang memiliki kandungan Mangan (Mn). Khasiatnya membantu menjaga kesehatan tulang, menangkal radikal bebas, maupun membantu dalam sistem metabolisme.

Begitu juga minyak samin atau mentega yang banyak ditemui di setiap masakan timur tengah, begitu juga Maroko. Khasiatnya untuk pencernaan, anemia mencegah penyakit jantung dan masih banyak lagi khasiatnya. Restoran Maroko ini juga menyajikan menu masakan Timur Tengah yang sudah tak asing lagi di Indonesia, yaitu menu Nasi Biryani dan Nasi Mandhi.

“Jika tanggal 25 Januari diperingati Hari Gizi Nasional, maka tepat jika datang ke Marrakech yang masakanya menyajikan menu bergizi tinggi,” tuturnya.

Untuk memberikan nuansa hangat, Restoran Maroko ini juga menyajikan Lentil Soup yang terbuat dari kacang-kacangan khas Maroko, begitu juga ada Loubia Baida terbuat dari kacang putih (haricot).

“Kalau di kita kenal dengan kacang merah, maka di Maroko ada haricot atau kacang putih, gizinya juga tinggi,” ungkapnya.

Selain menu masakan, Marrakech Cuisine juga menyajikan minuman khas Maroko, seperti teh dan kopi Maroko. Seperti nous nous coffe atau kopi setengah-setengah merupakan cara penyajian setengah kopi dan setengah susu yang sangat digemari di Maroko.

Sementara Moroccan tea adalah teh mint khas Maroko yang bisa dinikmati dengan gula atau tawar. Untuk Moroccan mix juice adalah jus yang banyak ditemukan di Maroko dengan campuran buah-buahan.

“Sejauh ini respon teman-teman dan pengunjung yang datang ke Marrakech sangat positif dan mereka tertarik datang dan datang lagi, karena sensasinya autentik, Maroko banget,” kata Maria.

Diskon Khusus untuk Ormas Islam


Untuk mengenalkan masakan Maroko kepada umat Islam di Jakarta, Maria siap memberikan diskon hingga 10 persen untuk anggota yang memiliki kartu tanda anggota ormas Islam.

“Dengan cara menunjukkan KTA ormas, maka secara otomatis akan mendapatkan diskon khusus,” ujarnya.

Alasan Maria memberikan diskon, agar umat Islam lebih mengenal cita rasa masakan Maroko yang ada di Marrakech Cuisine. Menurutnya, saat ini yang banyak terkenal masakan Arab, padahal Maroko juga memiliki cita rasa tinggi dalam kuliner.

Selain bisa datang langsung ke restoran, penikmat masakan Maroko juga bisa langsung order atau reservasi melalui form yang telah disediakan di situs resmi restoranmaroko.com. Hal ini untuk memudahkan penikmat masakan Maroko yang tidak sempat keluar rumah.

“Diskon untuk anggota ormas ini berlaku selama tahun 2020 saja, jadi silakan mencoba masakan khas Maroko, sembari menikmati alunan musik Maroko dan nuansa khas Maroko,” ujarnya.

Soal kehalalan, pelanggan tak perlu ragu. Karena manajemen restoran memastikan bahan makanan dan minuman dari zat yang halal. Begitu pula dalam pengolahan. []
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search